Virus Corona

Presiden Filipina Duterte Tolak Buka Kembali Sekolah Sampai Ada Vaksin Corona

Bagi saya, vaksin lah yang pertama. Kalaupun tidak ada kelulusan tahun ini, ya apa boleh buat

AFP/Ted Aljibe via Kompas.com
PRESIDEN Filipina, Rodrigo Duterte. 

Wartakotalive, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte tidak mengizinkan persekolahan dibuka kembali sampai ada vaksin corona, meskipun sejumlah negara sudah melakukan langkah tersebut.

"Saya tidak akan mengizinkan sekolah dibuka kembali, karena para murid pasti akan berdekatan," kata Duterte dalam pidato televisi Senin larut malam, 25 Mei 2020, waktu Manila.

Lanjut presiden yang bersikap sangat keras terhadap kejahatan narkoba itu, "Jika saya tidak yakin para murid benar-benar aman, maka tiada guna bicara tentang pembukaan sekolah".

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Filipina kemarin, tercatat 14.319 kasus positif covid-19, termasuk 873 orang meninggal dunia.

Filipina sudah menutup sekolah sejak Maret lalu, ketika virus corona menyebar ke negeri tersebut.

Akibat kebijakan itu, sekitar 25 juta murid SD sampai SLTA harus belajar di rumah melalui internet.

Padahal, tahun ajaran baru biasanya dimulai pada akhir Agustus.

Duterte bilang, risiko terlalu tinggi jika pengajaran di kelas dibuka kembali.

"Bagi saya, vaksin lah yang pertama. Jika vaksin sudah ada, ya oke. Kalaupun tidak ada kelulusan tahun ini, ya apa boleh buat," kata Duterte.

Sampai kemarin belum ada satu pun negara atau perusahaan farmasi yang sudah menemukan vaksin corona.

Upaya keras sedang diperjuangkan banyak pihak untuk mendapatkan vaksin bagi virus ganas ini.

Menurut Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen dana yang digalang secara global untuk upaya penelitian vaksin dan penanganan covid-19 sudah mencapai 10,4 miliar dolar AS (sekitar Rp 150 triliun).

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved