Breaking News:

Viral Medsos

Kisah Kakek Aslan Ditelantarkan Keluarga, Mengaku Sering Dipukuli Istri: Saya Pengen Mati Saja

Lansia yang tinggal di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan ini harus mengemis di tepi jalan agar bisa bertahan hidup.

instagram @makasar_iinfo
Kakek Aslan mengaku tak punya keluarga, dipaksa mengemis 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sebuah video viral di akun instagram @makassar_iinfo beredar menampakkan seorang kakek di kursi roda tampak putus asa.

Diketahui sang kakek bernama Aslan Abdullah berusia 70 tahun.

Sang kakek sedih tak bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H bersama keluarga.

Lansia yang tinggal di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan ini harus mengemis di tepi jalan agar bisa bertahan hidup.

"Saya makan nasi udah nggak bisa, BAB gak bisa saya udah pengen mati saja," kata sang kakek saat ditanya si pengunggah video, Selasa (25/5/2020)

50 PMKS di Jakarta Barat Dibawa ke GOR Cengkareng, Kebanyakan Pengemis Hingga Manusia Gerobak

"Jangan begitu, Istighfar bapak, biasanya saya lihat diantar anaknya," kata wanita di video tersebut.

Dari video itu si kakek cerita terpaksa harus mencari uang meski kondisinya lumpuh dan tak kuat untuk jalan lagi.

Namun uang pemberian dan belas kasih dari orang lain seringkali dirampas oleh istri dan anaknya.

Kakek Aslan mengaku sering dipukul oleh istrinya sendiri dan dimaki-maki dengan kata-kata kasar.

VIRAL Bocah Usia 2 Tahun Positif Covid-19, Dibawa Petugas tapi Tidak Menangis

“Ngatain tua tolol, bego. Saya kadang-kadang gak kuat,” ucap kakek Aslan dalam video.

Kakek Aslan mengaku harus mengemis agar bisa mendapatkan uang. Namun dia seringkali diludahi, diusir dan dimarahi warga sekitar.

Kakek Aslan mengaku sudah tidak kuat lagi bertahan hidup. Ia berharap malaikat maut segera mencabut nyawanya.

“Saya minta ya Allah, malaikat yang di atas langit turunlah. Tolonglah saya ya malaikat Izrail, cabut nyawa saya,” ucapnya dengan suara serak.

Dengan kondisinya yang sudah tua renta dan lumpuh, kakek Aslan tidak bisa lagi mencari nafkah selain mengemis.

Kesibukan Krisdayanti Bikin Aurel Hermansyah Sulit Komunikasi: Kalau Gak Sibuk Ketemu di Zoom ya Mi

Namun dia tetap harus bisa mendapatkan uang agar bisa bertahan hidup dan bisa membayar uang kontrakan.

“Uangnya buat bayar kontrakan rumah sebulan 500.000. Kemarin saya udah bayar Rp300.000, kurang Rp 200.000,” kata kakek Aslan.

Dalam video itu Kakek Aslan ternyata pernah tinggal di Panti Sosial. 

"Enakan tinggal di panti apa di rumah pak," tanya sang wanita.

"Enakan di panti lah ada yang ngurusin, ada yang mandiin. orang baik semua," cerita Kakek Aslan.

Wanita yang di video itu pun berjanji akan membawa kembali Kakek Aslan ke Panti Sosial Kedoya. 

Kisah lainnya 

Kakek Usia 73 Tahun di Kota Bogor Gigih Berjualan untuk Menghidupi Kelima Cucunya

Walaupun sudah berusia 73 tahun Abeng tetap semangat mencari nafkah.

Abeng (73) menjual opak, enye-enye atau kicimpring di Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Abeng (73) berjualan di pinggir jalan di Kota Bogor demi kelima cucunya yang sudah tak memiliki bapak.
Abeng (73) berjualan di pinggir jalan di Kota Bogor demi kelima cucunya yang sudah tak memiliki bapak. (TribunnewsBogor.com)

Sambil memanggul dagangannya Abeng berusaha menawarkan dagangannya kepada pejalan kaki.

Setelah berjalan kaki cukup jauh, sesekali Abeng duduk di trotoar untuk menghilangkan sedikit rasa lelahnya.

Sambil membuka topinya dan mengipaskaan ke dadanya Ia pun duduk sambil menggulung celananya.

 Rakaat Terakhir Witir Wajibkah Baca 3 Surat AnNas, Al Falaq dan Al Ikhlas? Begini Penjelasannya

 Walau Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan Dijamin Tak Lagi Ditolak Rumah Sakit, Ini Kata Pihak Istana

 Kerumunan Massa Marak Terjadi di Tengah Tenaga Medis Berjuang, dr Tirta: Terserahlah Saya, Tidur aja

Saat ditanya mengapa masih semangat mencari nafkah ditengah usianya yang sudah senja, Abeng mengaku untuk berolahraga agar tubuhnya tetap sehat.

"Kalau dulu saya punya warung jadi ada aktifitas, kalau sekarang sejak istri meninggal sudah tidak punya, jadi dariapada enggak ada kegiatan, ya dagang aja gini muter, ibadah juga, olahraga juga, jadi sehat, daripada di rumah tidur aja," katanya.

Opak yang dijual Abeng bukanlah opak buatannya namun Abeng hanya membantu untuk menjualnya.

Saat ditanya penghasilan Abeng mengaku sangat bersyukur karena penghasilan menjual opak cukup lumayan.

Bahkan Abeng bisa menafkahi ke lima cucunya yang merupakan anak yatim.

"Alhamdulillah, nu penting mah berkah, kalau tinggal bapak di rumah sama anak yatim lima orang, bukan anak yatim ngambil dari luar, tapi memang cucu sendiri," katanya.

Kisah Terenyuh Kakek Asal Tarutung yang Telantar di Halte

Lalat mulai mengerumuni tubuh renta kakek yang terbaring di Halte Tomang Elok, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara. Hanya sebuah terpal yang memisahkan tubuhnya dengan lantai halte tersebut.

Tubuhnya meringkuk, menahan embusan angin ke tubuhnya. Sebuah kardus kecil berisi sejumlah uang tergeletak di sampingnya.

Seorang perempuan yang kebetulan lewat di halte itu pada Senin, 7 Oktober 2019, berinisial ALK, kemudian mencoba bertanya kepada kakek ini. "Dibilang kakek ini, dia dari Tarutung. Dia ke Medan sama keluarganya, cuma ditinggal di sini sudah beberapa hari ini," kata ALK seperti dilansir dari Antara, Minggu (13/10/2019).

Melihat kondisi kakek bermarga Panggabean itu, ALK berniat membawanya ke rumah sakit. Namun, seorang pria datang menghampiri ALK dan melarangnya untuk membawa kakek tersebut.

"Enggak usah, biar aku yang ngerawat. Orang ku kasih makan enak di sini kok dia," ucap ALK menirukan suara pria tersebut.

Sempat terjadi perdebatan beberapa saat, tapi akhirnya pria tersebut membiarkan ALK membawa Panggabean ke Rumah Sakit Advent Medan. Sesampainya di rumah sakit, Panggabean langsung mendapat perawatan.

Saat diperiksa, tubuh kurusnya dipenuhi dengan luka memar di bagian punggung dan kaki.

Bingung lantaran Panggabean ditemukan seorang diri, ALK kemudian mengunggah foto kakek tersebut ke akun Instagramnya dengan niat agar pihak keluarga bisa menemukan.

Kemudian pada Selasa, 8 Oktober 2019, petugas dari Dinas Sosial (Dinsos) Medan mengunjungi Panggabean. "Mereka bilang mau menanggung pengobatan Panggabean," ujar ALK. Sorenya, Panggabean dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan.

Ketika dirawat, kondisi kakek Panggabean memilukan. Sabtu, 12 Oktober 2019, dia terbaring lemah di atas tempat tidur. Sesekali tubuhnya kejang disusul dengan embusan nafas panjang.

"Sering kejang-kejang seperti ini, karena kondisi tubuhnya demam," ujar ALK.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved