Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri

Kampus IPDN Nekat Adakan Halal Bihalal Lebaran 2020, IPW: Mendagri Harus Copot Rektornya

IPW Kecam Halal Bihalal di Kampus IPDN Jatinangor, Karena Timbulkan Kerumunan di Masa Pandemi Covid-19

istimewa
Kampus IPDN menggelar halal bihalal Idul Fitri 1441 H di Kampus Jatinangor, dihadiri rektor dan undangan lainnya 

Kang Emil menyebut per tanggal 12 Mei 2020 jumlah pasien yang dirawat rata-rata berjumlah 350-an orang.

"Ini turun dibandingkan rentan akhir April ada 430 yang dirawat."

"Jadi di Jawa Barat selama PSBB jumlah pasien yang dirawat justru turun bukannya naik kira-kira begitu," ucapnya.

2. Penambahan kasus per hari

Hasil pelaksanaan PSBB juga dapat dilihat dari angka penambahan kasus terkonfirmasi positif per harinya.

"Berita baiknya rata-rata pasien turun, dari awal April hingga pertengahan ada 40 kasus per hari"

"Dari pertengahan April hingga akhir ada 28 kasus per hari. Dari 1 mei hingga 12 Mei turun menjadi 21 kasus rata-rata per hari," tuturnya.

3. Angka kematian

Selain pasien yang dirawat di rumah sakit menurun, angka kematian akibat paparan Covid-19 juga dilaporkan berkurang.

Berdasarkan data yang ada, pada bulan akhir April tingkat kematian per hari sekitar 7 pasien.

Sedangkan per hari ini (12/5/2020) menjadi 4 pasien per hari yang meninggal dunia.

 Hasil Autopsi, Jenazah Perempuan di Rumah Kontrakan Parung Panjang Dipastikan Korban Pembunuhan

 Penumpang Pesawat dari Luar Negeri Kini tidak Masuk Terminal, tapi Dibawa ke Asrama Haji Jakarta

4. Angka kesembuhan naik

Kang Emil melanjutkan, berkat penerapan kebijakan PSBB tingkat kesembuhan naik hampir dua kali lipat.

Angka di atas dilihat dari turunnya kecepatan virus yang menyebar.

"Sebelumnya kecepatan indeksnya 3 untuk reporduksi Covid-19, Alhamdulillah sudah turun jauh sekali menjadi 0,86."

"Ini menandakan sebelum PSBB karena banyak orang berkumpul dan mudik belum dilarang maka kecepatan penularan sangat tinggi," imbuhnya.

Kemudian, Kang Emil menjelaskan makna dari indeks tersebut.

"Indeks 1 persen itu artinya 1 pasien menularkan ke 1 orang lainnya. Kalau 3 persen itu dalam sehari bisa menularkan 3 orang lainnya."

"Hari ini indeks kita 0,86, artinya 1 orang pasien bisa menularkan ke 1 orang lainnya dalam waktu dua hari," urainya.

5. 63 persen wilayah Jabar berpotensi lakukan relaksasi

Kang Kamil menyebut 63 persen wilayah di provinsinya dapat dilakukan relaksasi pasca penerapan PSBB.

Menurutnya data menunjukkan dari 63 persen wilayah tersebut sudah tidak menunjukan adanya pergerakan kasus virus corona (Covid-19).

"Dari hasil PSBB provinsi, itu yang perlu diwaspadai adalah 37 persen wilayah Jabar."

"Jadi 63 persennya punya potensi untuk dilakukan relaksasi pasca PSBB."

"Karena data menunjukan pergerakan tidak ada di 63 persen wilayah Jabar," bebernya.

Sehingga katanya ada kemungkinan di 63 persen wilayah yang dimaksud bisa kembali ke situasi yang lebih normal setelah dilakukan evaluasi PSBB.

6. Pergerakan lalu lintas

Kang Emil mengatakan penerapan PSBB juga secara langsung berdampak pada arus lalu lintas.

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, dirinya mengaku telah bisa menekan pergerakan lalu lintas di angkat 30 persen.

Namun angka tersebut naik ketika memasuki waktu sore hari.

Kang Emil menduga lalu lintas naik karena warga yang keluar rumah untuk ngabuburit

"Penekanan lalu lintas terbaik kita itu ada di minggu lalu, sekitar 20 persen, sekarang naik 30."

"Mudah-mudahan tidak lepas dari 30 supaya kita bisa mengelola," kata dia.

Terkahir, Kang Emil mengatakan berdasarkan hasil yang ada, Provinsi Jawa Barat mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo.

"Kemudian, data berikut juga kami presentasikan di rapat terbatas dengan Bapak Presiden."

"Bapak Presiden mengapresiasi berbagai daerah yang melakukan PSBB ada yang judul PSBB seperti Jawa Barat."

"Ada yang tidak pakai judul seperti di Bali, semua pembatasan wilayah ini membuahkan berita yang menggembirakan," tandasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Data Lengkap Hasil Evaluasi PSBB Jabar, Angka Kematian Menurun hingga Tingkat Kesembuhan Naik 
Penulis: Endra Kurniawan

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved