Breaking News:

BMKG

Ini Alasannya Badan Terasa Hareudang atau Gerah Dalam Beberapa Hari Ini

BMKG menyebutkan secara meteorologis kondisi gerah itu disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi.

Editor: Dodi Hasanuddin
Andika Panduwinata
Petugas BMKG tengah mengamati suhu udara di Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hampir sepekan ini suhu udara terasa panas, sehingga tubuh pun terasa hareudang (Bahasa Sunda) atau gerah.

Ternyata  menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi itu terjadi, karena  secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi.

Wanita Penggal Kepala Politikus, Sempat Jadi Penyanyi dan Beralih Profesi Jadi Dukun, Simak Kisahnya

Ridwan Kamil : Presiden RI Joko Widodo Hadir di Kota Bekasi Bukan untuk Membuka Mal

Raut Wajah Ada Kerutan dan Rambut Mulai Ubanan, Yuni Shara Bingung Disebut Awet Muda

Dikabarkan Berselisih, Ustaz Yusuf Mansur Justru Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden 2024

 

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal.

“Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut," kata Herizal melalui keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020) siang.

"Dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah,” tambahnya.

Menurut Herizal, udara panas yang membuat gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan, karena udara lembap melepas panas laten dan panas sensibel.

Hal tersebut menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari.

Di sisi lain, suasana gerah menandakan bahwa suatu wilayah hendak memasuki musim kemarau.

Selama bertahun-tahun, periode April-Mei menjadi salah satu periode dengan suhu tertinggi di Indonesia, selain saat puncak kemarau pada Oktober-November.

Berdasarkan pantauan BMKG, sekitar 35 persen wilayah zona musim di Indonesia baru saja memasuki musim kemarau pada pertengahan Mei lalu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved