Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri

Keutamaan Puasa Syawal, Tata Cara dan Niatnya

Hukum dari puasa Syawal adalah sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan

Editor: Dodi Hasanuddin
Tribun Style
Puasa Syawal 6 hari 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Puasa Syawal memiliki keutamaan. Sebab itu, umat muslim disunnahkan untuk mengamalkan puasa Syawal.

Puasa Syawal dilaksanakan pada tanggal 2 di bulan Syawal selama enam hari.

Hukum dari puasa Syawal adalah sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Keutamaan mengamalkan puasa Syawal adalah mendapatkan pahala seperti melaksanakan puasa selama satu tahun penuh.

Hal ini sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim).

Lebaran Pertama, 2.717 Kendaraan Terjaring Operasi Ketupat dan Diputar Balik

Idul Fitri Bawa Berkah, Kualitas Udara Jakarta Jadi yang Terbaik dalam Lima Tahun Terakhir

Ayu Ting Ting Kompak dengan Anaknya di Hari Kedua Lebaran

Larangan Mudik Tetap Berlaku, Ini Penjelasan Kemenhub

Tata Cara Puasa Syawal

Tata cara puasa Syawal sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum.

1. Melafalkan Niat

Jangan lupa berpuasa Syawal didasari dengan niat telebih dahulu.

2. Makan Sahur

Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.

Namun tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa, dalam artian puasa tetap sah.

3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa

Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib.

4. Berbuka Puasa

Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.

Ketentuan Melaksanakan Puasa Syawal

Dilansir dari berbagai sumber, puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, mulai tanggal 2 Syawal yakni sehari setelah Idul Fitri.

Mengenai ketentuannya, Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa menurut pendapat Imam Ahmad, Syawal'>puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan, boleh pula tidak berurutan.

Dan tidaklah yang berurutan lebih utama daripada yang tidak berurutan.

Sedangkan menurut madzhab Syafi’i dan Hanafi, Syawal'>puasa Syawal lebih utama dilaksanakan secara berurutan sejak tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.

Berdasarkan pendapat lain, yakni Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu mengatakan, puasa enam hari di bulan Syawal boleh dikerjakan secara terpisah-pisah atau tidak berurutan, tapi lebih afdal berurutan dan langsung setelah hari raya (dikerjakan tanggal 2 – 7 Syawal).

Jadi, tidak ada madzhab yang tidak memperbolehkan puasa ini di hari lain selain tanggal 2 sampai 7, yang penting masih berada di bulan Syawal.

Temani Libur Lebaran 2020 di Rumah, Film Akhir Kisah Cinta Si Doel Diputar di Aplikasi Klik Film

Pembunuhan Remaja Putri Oleh Satu Keluarga Penuh Misteri, Benarkah Soal Harga Diri Atau Ilmu Hitam?

Kisah Remaja Cemburu Lihat Pria Lain di HP Pacar, Bunuh dengan Gunting Lalu Lapor Polisi Akui Salah

Cerita Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, Merayakan Hari Raya Idul Fitri

 

Namun, hendaknya tidak berpuasa khusus di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu karena adanya larangan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Para ulama menjelaskan bahwa larangan itu menegaskan makruhnya puasa di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu.

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juga memberikan keterangan bahwa yang paling baik untuk melakukan puasa Syawal adalah dilakukan secara berturut-turut. Namun jika pun tidak, maka hal itu tidak mengurangi keutamaan puasa Syawal.

“Para ulama madzhab Syafii mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah idul fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadan.”

Cerita Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Mobil Mogok di Jalan Raya? Jangan Panik, Ini Langkah-langkah yang Harus Dilakukan

Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut Bajaj vs Transjakarta di Lodan Ancol, 1 Penumpang Meninggal

Aa Gym Klarifikasi Pesan Berantai Provokatif kepada Pemerintah Mengatasnamakan Dirinya adalah Hoax

 

Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.

Jika lupa melafalkan niat di malam hari, untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut bacaan niat jika melafalkannya di siang hari :

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.

Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Tata Cara dan Niat Melaksanakan Puasa Syawal Selama 6 Hari Setelah Hari Raya Idul Fitri, https://style.tribunnews.com/2020/05/25/tata-cara-dan-niat-melaksanakan-puasa-syawal-selama-6-hari-setelah-hari-raya-idul-fitri?page=4.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved