Virus Corona

Amien Rais: Pemimpin Harus Lebih Cerdas, Tambah Utang Jangan Dianggap New Normal

Mantan Ketua MPR Amien Rais memahami pemerintah ingin new normal atau kehidupan normal baru, setelah pandemi Covid-19 melandai.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Amien Rais di Gedung DPR, dok foto 2017 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Ketua MPR Amien Rais memahami pemerintah ingin new normal atau kehidupan normal baru, setelah pandemi Covid-19 melandai.

Amien Rais pun setuju dengan new normal di mana pegawai negeri yang tetap bekerja sesuai protokol kesehatan Covid-19, yakni pakai masker, tetap jaga jarak, dan pembagian waktu kerja di rumah dan kantor.

Namun, ia tak sependapat jika new normal justru membuat banyaknya pekerja buruh yang di-PHK serta semakin meningkatnya angka pengangguran.

Anies Baswedan: Tetap di Rumah Setelah Lebaran Supaya Tidak Kembali ke Bulan Maret

Lalu, terjadi kelaparan di desa serta penambahan utang negara kepada asing.

Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Instagram @amienraisofficial seperti dilihat Tribunnews pada Senin (25/5/2020).

"Tetapi kalau kemudian pengangguran meluas itu new normal."

Salat Id di Masjid Zona Hijau Kota Bekasi, Tanpa Salaman, Jemaah Langsung Bubar

"Kerusuhan desa dan kota karena perut lapar new normal."

"Nambah utang terus new normal, semakin hancur negara kita ekonominya new normal, itu yang saya kira sudah kebablasan," tuturnya.

Untuk itu, Amien Rais meminta pemerintah dan pemimpinan bangsa cerdas membaca fenomena yang terjadi jika new normal benar-benar diterapkan.

Sri Mulyani: Tidak Ada Kesehatan Tak Ada Ekonomi, Begitu Juga Sebaliknya

"Jadi marilah jadi bangsa yang cerdas, para pemimpinnya juga harus lebih cerdas lagi."

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved