Sehari Menjelang Lebaran, Jalur Gentong Tasikmalaya Sepi Pemudik, Pemberi Jasa Ganjal Ban Nganggur

Kawasan Gentong di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, di ruas jalan negara Bandung-Tasikmalaya via Malangbong sepi pemudik.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Seorang warga menatap sepinya kawasan Gentong di ruas jalan negara Bandung-Tasikmalaya pada H-1 Idulfitri 1441 H, Sabtu (23/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, TASIKMALAYA - Larangan mudik lebaran untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membuat sejumlah ruas jalur mudik menjadi sepi sehari menjelang Lebaran.

Tidak seperti kegiatan mudik tahun-tahun sebelumnya kawasan Gentong di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, di ruas jalan negara Bandung-Tasikmalaya via Malangbong yang biasanya ramai kini sepi pemudik.

Seperti dilansir dari TribunJabar, sepinya kawasan Gentong di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, di ruas jalan negara Bandung-Tasikmalaya via Malangbong, memunculkan kisah sendu para pemberi jasa ganjal ban mobil.

Sedikitnya ada 20 pemberi jasa ban mobil yang biasa mengais rezeki di kawasan Gentong, yang dikenal berkarakteristik berkelok-kelok serta memiliki sejumlah tanjakan terjal. Kini mereka menganggur.

Ini Alasan Polisi Izinkan Warga Jabodetabek Mudik Lokal, Anies Larang karena Virus Tak Kenal Lebaran

"Untuk musim mudik tahun ini tidak ada kerjaan, Kang. Lihat saja jalan yang biasanya padat dan macet kini lengang," kata Ayi (39), seorang petugas ganjal kawasan Gentong, saat ditemui Tribun, Sabtu (23/5/2020).

Para pemberi jasa ganjal ban yang pernah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dari Polres Tasikmalaya Kota ini, kini sebagian besar menganggur. Sebagian lagi kerja serabutan.

"Yang punya motor masih bisa ngojek walau hasilnya tak seberapa karena sepi penumpang," ujar Ayi.

Larangan Mudik, Pedagang Kulit ketupat Kebanjiran Rezeki, Penjualan Naik 80 Persen

Menurut Ayi, para pemberi jasa ganjal biasanya sudah mulai bertugas sejak H-7 Idulfitri.

Namun kesibukan yang sebenarnya adalah pada arus balik mulai H+1 hingga H+7. Banyak kendaraan yang luput dari kecelakaan karena jasa mereka.

"Saat arus balik itulah kami benar-benar sibuk karena kendaraan arus balik harus siap menjajal sejumlah tanjakan ekstrem di jalur Gentong ini," kata Ayi.

Puncak Larangan Mudik, 4.000 Kendaraan Diminta Putar Balik di Cikarang

Kalau arus balik ramai lancar hingga padat merayap, kendaraan masih bisa berjalan. Tetapi jika sudah tersendat-sendat, bahkan macet, banyak sopir yang kurang ahli kewalahan sehingga solusinya adalah meminta jasa ganjal ban.

"Kami tidak meminta, memasang tarif, apalagi memaksa. Tapi sopir yang kami bantu biasanya memberi uang jasa. Paling kecil Rp 5.000 dan ada pula yang memberi Rp 50 ribu," kata Ayi.

Ayi menambahkan, jadi pemberi jasa ganjal itu kini hanya jadi kenangan indah. Karena selain bisa mengais rezeki juga banyak suka-dukanya.

"Mudah-mudahan Lebaran tahun depan sudah normal seperti sedia kala. Tidak ada wabah corona dan mudik diperbolehkan," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kawasan Gentong Tasikmalaya Sepi Pemudik, Pemberi Jasa Ganjal Ban Nganggur

Editor: Murtopo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved