Virus Corona

Cerita Seputar Bill Gates Ditahan di India Hingga Ditangkap FBI Terkait Corona, Terkonfirmasi Hoaks

Kabar menghebohkan sekaligus mencurigakan tentang Bill Gates ditangkap FBI terkait kasus virus corona.

istimewa
Bill Gates diisukan ditahan di India hingga ditangkap FPI di AS karena virus corona. Kabar itu hoaks 

Uji coba vaksin oleh lembaga yang didanai Bill Gates dilakukan secara legal, meski kemudian uji coba tersebut sudah dihentikan dan memicu kontroversi di India beberapa tahun silam.

Sebagai informasi, Bill Gates lewat yayasannya pernah menggelontorkan dana untuk penelitian vaksin Human Papilloma Virus (HPV) yang dilakukan oleh organisasi nirlaba AS, Program for Appropriate Technology in Health (PATH).

Tahun 2010, media lokal India menyoroti kematian 7 orang gadis yang terlibat dalam penelitian virus.

Namun investigasi yang dilakukan oleh komiten independen yang ditunjuk pemerintah India, kemudian menyatakan kematian mereka tidak terkait dengan uji coba vaksin.

Ini Alasan Polisi Izinkan Warga Jabodetabek Mudik Lokal, Anies Larang karena Virus Tak Kenal Lebaran

Sebelumnya, Bill Gates yakin bahwa dibutuhkan sebanyak 7 hingga 14 miliar dosis vaksin Covid-19 secara global untuk membuat manusia kembali beraktivitas secara normal atau bebas dari virus corona.

 Melansir Business Insider, dia menyatakan, perlu sembilan bulan hingga dua tahun lagi untuk mewujudkan vaksin sejumlah tersebut.

"Kita perlu memproduksi dan mendistribusikan setidaknya tujuh miliar dosis vaksin atau mungkin 14 miliar, jika itu adalah vaksin multi-dosis," kata dia.

BREAKING NEWS: Amerika Pasang Bendera Setengah Tiang, Pasien Virus Corona Meninggal Dekati 100.000

Dalam sebuah unggahan di blognya, miliarder ini menguraikan kompetisi global untuk mendapatkan vaksin, termasuk berapa lama dan apa yang diperlukan untuk mengembangkan vaksin secara aman dan efektif.

Dia juga menyinggung bagaimana vaksin akan diproduksi dan siapa yang harus mendapatkannya dulu.

Ramalan Bill Gates Bill Gates ternyata sudah memprediksi ancaman virus tersebut sejak tahun 2018.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved