Breaking News:

Lebaran

Berikut ini Teks Khutbah Salat Idul Fitri 1441 Hijriah dari Buya Yahya untuk di Rumah

Bagi Anda yang ingin berkhutbah saat salat idul fitri di rumah di masa pandemi, berikut Buya Yahya sampai secara tertulis teksnya.

instagram @buyahya_albahjah
Teks khutbah Idul Fitri 1441 hijriah dari Buya Yahya 

Tradisi mudik, saling berziarah dan halal bi halal mewarnai suasana ‘Idul Fitri di negeri tercinta ini, yang sungguh membutuhkan biaya yang amat besar.

Ada yang mereka cari, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka cari. Ada yang mereka rindukan, akan tetapi tidak semua dari mereka menemukan apa yang mereka rindukan. Mereka mencari cinta di sela-sela kesibukannya.

Mereka merindukan cinta di tengahtengah kekerasan dan kebejatan sebagian bangsa manusia. Mereka tidak butuh gebyar lahir, marak hari raya dan berbagai tradisi yang tidak menghadirkan makna cinta.

Ada yang perlu dicermati, apa yang menjadikan cinta tidak kunjung terwujud dalam kebersamaan bangsa ini, kendati aktivitas dzohir penyambung hati sudah dilaksanakan.

Cinta tersembunyi di balik tabir kedengkian, kesombongan, dan kerakusan yang tak terkendalikan. Maka sesemarak apapun gebyar silaturrahim dzohir kita adakan, jika tabir-tabir tersebut tidak disingkap dan disingkirkan, sungguh sinar cinta tidak kunjung memancar di hati kita.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia… Silaturrahim adalah kalimat yang sering kita dengar, khususnya di saat kita memasuki hari raya ‘Idul Fitri. Sehingga apa yang kita dengar dengan arus mudik, berbondong-bondongnya orang pindah dari satu tempat ke tempat lain, berziarah kesanakemari adalah dalam irama mewujudkan makna silaturrahim ini.

Akan tetapi amal perbuatan seperti apapun besarnya, jika tidak dibarengi dengan renungan dan niat yang baik, maka semuanya akan sia-sia.

Untuk melengkapi apa yang pernah kita lakukan dari tradisi yang mulia ini yaitu silaturrahim, maka perlu dikukuhkan makna, bahwa silaturrahim ini adalah menghadirkan makna kerinduan saling cinta diantara sesama manusia, yang tidak cukup hanya dengan sekedar basa-basi. Akan tetapi jika silaturrahim kita ini hanya terbatas kepada basa-basi dzahir, hanya saling

mengunjungi dan lain sebagainya, maka sesungguhnya belumlah ia sampai kepada silaturrahim yang sesungguhnya.

Silaturrahim itu adalah hal yang mendekatkan hati seseorang kepada orang lain, mendekatkan antara orang yang saling bermusuhan menjadi orang yang saling mencintai, orang yang saling dendam menjadi orang yang saling merelakan.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved