Terdapat 38 Pasien Baru Positif Covid-19 di Depok, Ini Penyebabnya Menurut Wali Kota

Jumlah penambahan kasus konfirmasi positif terus mengalami peningkatan, bahkan Jumat (22/5/2020) sore tercatat 38 orang pasien positif Covid-19.

Warta Kota/Rangga Bhaskoro
(Ilustrasi) Pemeriksaan rapid test dan PCR kepada pedagang di Pasar Perumnas Klender, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Program Rapid Test Massal yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai menunjukkan perkembangan sejak diadakan pertama kali pada 16 Mei 2020 lalu.

Hasilnya, jumlah penambahan kasus konfirmasi positif terus mengalami peningkatan, bahkan Jumat (22/5/2020) sore tercatat pasien positif Covid-19 bertambah sampai 38 orang dalam satu hari dibandingkan Kamis (21/5/2020).

"Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI," papar Wali Kota Depok Mohamad Idris dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Anies Tegaskan Minta Warganya Salat Ied di Rumah, Melanggar PSBB Dikenakan Sanksi Rp 50 Juta

 Resmi! Hasil Sidang Isbat, Lebaran Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

 Pemprov Jabar Sebut Masuk Zona Merah, Wali Kota Bekasi Tetap Gelar Salat Idul Fitri, ini Alasannya

 2,3 Juta Data Penduduk Bocor, Pakar Siber: Sistem IT KPU Patut Dipertanyakan

Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 4 menjadi 117 orang.

"Kasus konfirmasi positif yang dinyatakan sembuh setelah menjalani swab follow up dengan hasil negatif dua kali berturut-turut," katanya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok kembali melaporkan adanya peningkatan pesat jumlah pasien yang positif yang terinfeksi Covid-19.

Sampai dengan Jumat (22/5/2020) sore, tercatat adanya penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 38 kasus baru.

"Kasus konfirmasi positif 481 orang, 117 orang sembuh, 24 meninggal," papar Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Lonjakan penambahan kasus juga terjadi pada Orang Tanpa Gejala (OTG) yakni sebanyak 66 orang menjadi 1.616 orang dengan rincian 708 orang dinyatakan telah selesai dipantau, dan 908 orang lainnya masih terus dilakukan pemantauan.

 Selama Diterapkan PSBB Diprediksi ada 400.000 Kehamilan tidak Direncanakan di Indonesia

 Soal Pemenang Lelang Motor Listrik Bertanda-tangan Presiden Jokowi, Wanda Hamidah Enggan Berkomentar

Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 3.662 orang atau bertambah sebanyak 29 orang dihari sebelumnya dengan rincian 2.122 dinyatakan selesai dipantau, 1.540 orang lainnya masih dalam pemantauan.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih dalam jumlah yang sama dengan hari sebelumnya yakni 1.375 orang, dengan rincian 725 orang dinyatakan selesai diawasi, dan 650 orang masih dalam pengawasan.

"Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 68 orang, tidak ada penambahan dibandingkan hari sebelumnya. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR," katanya.

Idris mengatakan, nantinya hasil PCR tersebut hanya dikeluarka oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved