Kasus Gagal Bayar

Gerbang Gedung MPR/DPR Dipenuhi Karangan Bunga Nasabah Investasi Gagal Bayar

Sedikitnya ada lima belas papan karangan bunga berjejer di sekitaran pintu gerbang masuk gedung MPR/DPR tersebut.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Belasan karangan bunga curhatan nasabah investasi gagal bayar memenuhi gerbang masuk gedung DPR/MPR, Jumat (22/5/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Ada hal yang berbeda di pintu gerbang masuk Gedung MPR/DPR di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jumat (22/5/2020) siang.

Sedikitnya ada lima belas papan karangan bunga berjejer di sekitaran pintu gerbang masuk gedung MPR/DPR tersebut.

Hal ini cukup menarik perhatian warga dan pengendara yang melintas, meski tidak sampai menimbulkan kemacetan.

Belasan karangan bunga curhatan nasabah investasi gagal bayar memenuhi gerbang masuk gedung DPR/MPR, Jumat (22/5/2020)
Belasan karangan bunga curhatan nasabah investasi gagal bayar memenuhi gerbang masuk gedung DPR/MPR, Jumat (22/5/2020) (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Ditelisik lebih jauh, karangan bunga yang dikirim semuanya bertuliskan curahan hati para nasabah investasi PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) dan PT Mahkota Properti Indo Senayan (MPIS), yang dimiliki dan dikelola Raja Sapta Oktohari (RSO), putera pengusaha Oesman Sapta Odang (OSO).

Para nasabah meminta DPR membantu mereka karena dana mereka hingga miliaran rupiah tertahan di PT MPIP dan MPIS yang dinyatakan gagal bayar.

Bahkan dalam hal ini, beberapa nasabah sudah membuat laporan dugan penipuan ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.

Belasan karangan bunga curhatan nasabah investasi gagal bayar memenuhi gerbang masuk gedung DPR/MPR, Jumat (22/5/2020)
Belasan karangan bunga curhatan nasabah investasi gagal bayar memenuhi gerbang masuk gedung DPR/MPR, Jumat (22/5/2020) (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Namun karena tak juga ada kepastian, mereka mengirimkan belasan karangan bunga ke DPR sebagai bentuk curhatan hati, dan berharap anggota dewan membantu mereka.

Yanto salah satu warga yang melintas di depan Gedung MPR/DPR mengaku karangan bunga yang ada di sana sangat menarik perhatiannya.

"Wah DPR mulai ramai lagi nih. Tapi bukan orang demo, sekarang karangan bunga. Kok bisa ya uang nasabah gagal bayar," kata Yatno sembari memperhatikan tulisan di karangan bunga.

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Jatuh pada Minggu 24 Mei 2020

Pantauan Warta Kota, Jumat siang, tulisan di papan karangan bunga rata-rata berisi kecaman para nasabah gagal bayar ke PT MPIP dan PT MPIS serta curahan hati mereka ke Anggota DPR.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved