Virus Corona

Begini Aturan Libur Idul Fitri di Arab Saudi: Masjid Tutup, Lockdown Total, Mal Tutup

Tuan rumah atau pemilik vila atau pemilik kebun jika melanggar aturan itu akan dikenai denda sebesar 10.000 riyal (sekitar Rp 39.240.000)

(AFP/ABDEL GHANI BASHIR)
Situasi di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Kabah termasuk lokasi untuk melakukan sai di antara Bukit Safa dan Marwah. 

Wartakotalive, Jakarta - Guna mengatasi penyebaran virus corona, pemerintah Arab Saudi memberlakukan lockdown nonstop 24 jam dan jam malam selama libur resmi Idul Fitri dari 23 Mei sampai 27 Mei 2020. Keputusan itu dikeluarkan pekan lalu.

Dengan peraturan baru tersebut, otomatis suasana Idul Fitri kali ini sungguh sama sekali berbeda dari tahun sebelumnya.

Maklum, persebaran corona masih belum menunjukkan tanda mereda. Sampai dengan Jumat, 22 Maret 2020, penderita covid-19 di Arab Saudi mencapai 65.077 kasus, dan meninggal dunia 351 orang.

Lantas, bagaimana isi keputusan lockdown 24 jam penuh dari 23 Mei-27 Mei 2020 itu? Begini penerapannya, sebagaimana dikutip dari alarabiya.net.

Apakah masjid akan dibuka kembali untuk salat Id?

Semua masjid tidak akan dibuka kembali untuk salat Id. Warga harus salat Id di rumah.

Apakah silaturahmi atau kumpul-kumpul dibolehkan?

Silaturahmi atau kumpul bersama sudah menjadi tradisi dalam libur Idul Fitri. Kumpul-kumpul boleh asalkan menaati aturan jaga jarak (social distancing) untuk mencegah penyebaran virus.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, kumpul tak boleh lebih dari lima orang. Selain itu, kumpul dengan orang di luar satu keluarga yang tidak serumah dilarang.

Apakah kumpul di vila dan atau di kebun dibolehkan?

Menurut Kementerian Dalam Negeri, tidak boleh jika menyertakan orang di luar dari satu keluarga inti.

Tuan rumah atau pemilik vila atau pemilik kebun jika melanggar aturan itu akan dikenai denda sebesar 10.000 riyal (sekitar Rp 39.240.000) untuk pelanggaran pertama. Jika masih mengulangi kesalahan yang sama si tuan rumah didenda dua kali lipat.

Si tamu juga kena denda, sebesar 5.000 riyal atau sekitar Rp 19,6 juta, untuk pelanggaran pertama. Dan jika dia mengulangi lagi kesalahan itu akan didenda dua kali lipatnya.

Apakah mal dan pusat perbelanjaan akan tetap buka selama libur Idul Fitri?

Mal dan pusat perbelanjaan tutup total. Memang selama ramadan mal dan pusat perbelanjaan boleh buka dengan menerapkan aturan jaga jarak. Namun, mulai 22 Mei 2020 harus tutup total.

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved