Berita Video

VIDEO: Penggali Kubur di TPU Jombang Tidak Khawatir Tertular Covid dari Jenazah yang Dimakamkannya

Penggali Makam TPU Jombang, Iman Saiman atau yang akrab disapa Japra (47) mengaku hampir setiap harinya terdapat jenazah yang dimakamkan ak

Wartakotalive.com/Rizki Amana
Iman Saiman atau yang akrab disapa Japra (47) Penggali makam di TPU Jombang. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIPUTAT - Sebanyak 97 jenazah akibat infkesi covid-19 telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga Kamis, 21 Mei 2020.

Penggali Makam TPU Jombang, Iman Saiman atau yang akrab disapa Japra (47) mengaku  hampir setiap harinya terdapat jenazah yang dimakamkan akibat infeksi covid-19.

Kendati demikian, Japra mengaku tak mempedulikan rasa khawatir terhadap penularan infeksi virus corona saat melakukan pemakaman tersebut. 

"Untuk melakukam pemakaman kita selalu memakai APD (alat pelindung diri) yang intinya selalu rapih untuk mengantisipasi. Kalau untuk kisah-kisah ke sananya enggak ada apa-apa, enggak ada masalah poinnya. Memang karena tugas kami setiap hari untuk memakamkan, ya kita ambil hikmahnya saja," kata Japra kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi TPU Jombang, Ciputat, Tangsel, Kamis (21/5/2020).

"Jadi ntuk selama ini Alhamdulillah saya tidak merasa khawatir dalam pemakaman corona," sambungnya. 

Japra pun mengaku bila ia bersam rekan penggali lainnya mempercayai dirinya tak akan tertular virus corona saat melakukan pemakaman.

Sebab, kata Japra, dirinya mendapati banyak pengetahuan dari tim medis tak ada penularan terjadi bila penderita telah dinyatakan meninggal.

Alasan itu diperkuat dengan kepasrahan dirinya kepada Tuhan saat melangsungkan tugas yang diembannya itu.

"Karena perhitungannya tidak selamanya kita akan sehat atau bagaiamna, ya semuanya kita jalankan dengan baik. Khawatir tidak atau setiap ada yang cerita tentang penyakitnya, alhamdulillah tidak mengkhawatirkan sekali, saya hanya tawakal ke Allah," ucapnya. 

Adapun saat melangsungkan pemakaman, ia mengaku terdapat sanak keluarga pasien yang ikut mengantarkan jenazahnya hingga ke tempat peristirahat terakhirnya. 

Tak jarang, kesedihan mewarnai saat pemakaman berlangsung. Bahkan, terkadang larangan untuk todak mendekati area pemakaman yang berlangsung kerpa ditemuinya saat melangsungkan pemakaman. 

"Banyak sanak keluarga almarhum histeris dari kejauhan karena larangan mendekati. Meski banyak yang mencoba menerobos, tapi kita jaga dengan Satpol PP, Polisi, TNI," tandasnya. (m23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved