Virus Corona Jabodetabek
Pembeli Sepi karena Covid-19, Pedagang Pasar Menjerit di Dekat Hari Raya Lebaran
Pedagang pasar menjerit dengan kondisi pasar di tengah Pandemi Covid-19. Bukan laris ketika jelang lebaran, pendapatan sebagaian pedagang malah menuru
Penulis: Desy Selviany |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA - Pedagang pasar menjerit dengan kondisi pasar di tengah Pandemi Covid-19. Bukan laris ketika jelang lebaran, pendapatan sebagaian pedagang malah menurun di Idul Fitri 1441 Hijriah.
Satu di antara pedagang yang menjerit ialah Tangkas (30).
Pedagang di Pasar Jembatan Besi itu mengaku mengalami penurunan omset di lebaran tahun ini.
Padahal menurut Tangkas, tidak ada kenaikan cukup signifikan untuk harga cabai, bawang putih, dan bawang merah.
Hanya harga bawang merah yang naik menjadi Rp60 ribu perkilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp55 ribu perkg.
"Lebaran tahun ini yang naik hanya bawang merah. Itu saja hanya naik Rp5 ribu.
"Naiknya juga bukan karena lebaran, sudah dari kemarin-kemarin," ujar Tangkas ditemui di Pasar Jembatan Besi Kamis (21/5/2020).
Namun meski tidak ada kenaikan harga signifikan, penjualan tetap sepi.
Biasanya jelang hari raya Idul Fitri Tangkas dapat menjual dua karung bawang merah.
"Tapi ini sekarung saja sulit," ungkap Tangkas.
Hal yang sama dirasakan pedagang rempah lainnya Eko (60).
Eko mengaku pendapatannya turun drastis sejak Pandemi Covid-19.
Hal itu lantaran banyak langganan restoran yang tutup karena pandemi.
"Dulu bisa jual 100 kg bawang. Sekarang paling hanya 70 kg bahkan seringnya 50 kg," kata Eko.
Pantauan Wartakotalive.com, Pasar Jembatan Besi cukup sepi Kamis (22l1/5/2020) pukul 13.00 WIB.
Mayoritas hanya aktifitas pedagang yang tengah bongkar muat barang di pasar tersebut.
Sedangkan pembeli jarang terlihat berada di pasar tersebut. (m24)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedagang-pasar-menjerit-di-dekat-hari-raya-lebaran210501.jpg)