Kisruh Angaran Corona

Kisruh Anggaran Penanganan Covid-19, Tokoh Masyarakat Tak Segan Usir Lurah Bojongsari Baru, Depok

Sebagai tokoh masyarakat, Budi berharap agar kejadian tersebut bisa ditempuh melalui jalur tengah dengan melibatkan lurah, Bimas dan Babinsa.

istimewa
Para Ketua RT diwakili Kepolisian menggeruduk Kantor Kelurahan Bojongsari Baru dengan mengembalikan 13 stempel RT tanda kekesalan lantaran Lurah Bojongsari Baru tidak transparan dalam penggunaan anggaran Covid-19, Kamis (21/5/2020). 

WARTAKOTALIVE,COM, DEPOK--Tokoh masyarakat kelurahan Bojongsari Baru, Budi Ciking menanggapi tuntutan belasan Ketua RT di Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Depok yang menuntut Lurah Bojongsari Baru Ahmad Subandi untuk transparan dalam penggunaan anggaran penanggulangan Covid-19, Kamis (21/5/2020).

Sebagai tokoh masyarakat, Budi berharap agar kejadian tersebut bisa ditempuh melalui jalur tengah dengan melibatkan lurah, Bimas dan Babinsa.

Sebab, kata Budi, kejadian pemulangan stempel ini baru pertama kalinya atau tidak pernah terjadi sebelumnya.

Tak Ada Transparansi Anggaran Covid-19, 13 Ketua RT Geruduk Kantor Kelurahan Bojongsari Baru Depok

Warga Duren Mekar Rugi hingga Rp 20 Juta Akibat Banjir, Merasa Dianaktirikan Pemkot Depok

“Saya sebagai tokoh masyarakat merasa miris dengan adanya kejadian ini. Baru kali ini terjadi, saya mau mendengar apakah RT yang tidak baik ataukah Lurahnya yang tidak baik," kata Budi saat dihubungi wartawan, Kamis (21/5/2020).

Bila saran yang diberikannya tak juga dilakukan oleh Ahmad, serta tak dapat diselesaikannya secara damai.

Budi mengaku dirinya tak segan-segan untuk meminta Ahmad mengundurkan diri sebagai Lurah Bojongsari Baru.

"Semoga pak lurah bisa menyelesaikan masalah ini, apabila tidak bisa menyelesaikan masalah ini, saya anggap gagal (menjadi Lurah) dan lebih baik angkat kaki dari kelurahan dan saya akan laporkan ke Wali Kota,” harapnya

Awal mula masalah

Sebelumnya, 13 Ketua RT dari 26 RT di Kelurahan Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok berang terhadap Lurah Bojongsari Ahmad Subandi yang dianggap tidak transparan dalam penggunaan anggaran dari Pemerintah Kota Depok untuk penanggulangan Covid-19.

Buntutnya, belasan Ketua RT itu menyerahkan jabatan dan stempel kepada Ahmad untuk dapat mengurus langsung penanganan Covid-19 tanpa bantuan RT sebagai bentuk kekesalan mereka.

Halaman
123
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Feryanto Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved