Kilas Balik

22 Tahun Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Bilang Pemerintah Masih Utang Peradaban

Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang menyebut tragedi Mei 1998 merupakan utang peradaban yang harus dibayar tuntas oleh pemerintah.

WIKIMEDIA/CREATIVE COMMONS
Presiden Soeharto saat mengumumkan pengunduran diri di Istana Merdeka, Jakarta, 21 Mei 1998. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang menyebut tragedi Mei 1998 merupakan utang peradaban yang harus dibayar tuntas oleh pemerintah.

Sebab, ia mengatakan banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang hingga hari ini belum diselesaikan pihak pemerintah.

"Tragedi di Indonesia Mei 1998 adalah sebuah utang peradaban yang harus dibayar oleh pemerintah."

Cuti Bersama Lebaran Digeser ke 28-31 Desember 2020, Juga Berpeluang Dimajukan ke Juli

"Mengapa demikian? Karena kita tahu banyak pelanggaran HAM terjadi pada Mei 1998," katanya dalam diskusi virtual bertajuk 'Melawan Lupa dengan Budaya Populer', Kamis (21/5/2020).

Dia menjelaskan, satu di antara pelanggaran HAM yang terjadi adalah kekerasan seksual yang dialami oleh perempuan etnis Tionghoa.

Veryanto mengatakan, hingga saat ini penegakkam hukum masih jauh dari harapan.

Pandemi Covid-19 Bikin Lesu Ekonomi, Kepala BKPM: Milenial Indonesia, Ayo Jadi Pengusaha!

"Kekerasan seksual yang dominan dialami oleh perempuan etnis Tionghoa yang hingga hari ini penegakan hukum masih jauh dari harapan," ucapnya.

Lebih lanjut, dia menilai para korban menanggung beban yang sangat berat akibat tragedi tersebut.

Veryanto mengatakan, pemerintah tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan pelanggaran HAM Mei 1998.

Menteri Agama: Covid-19 Tidak Boleh Mengurangi Kegembiraan Kita Menyambut Hari Kemenangan

"Bahkan keadilan dan pemulihan kepada korban dibiarkan begitu saja tanpa ada proses tanggung gugat negara yang harus dipenuhi," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved