Virus Corona

Dapat Sanksi dari Kemenhub karena Bandara Soetta Membeludak, Ini Respon Angkasa Pura II

Pihak APII mengklaim pihaknya berkomitmen mengimplementasikan physical distancing di seluruh bandara yang dikelola perseroan.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Suasana Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kemenhub RI memberikan sanksi kepada operator Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang pada Selasa (19/5/2020) kemarin.

Sanksi tersebut diberikan dikarenakan kondisi Bandara Soetta membeludak tidak menerapkan protokol penanganan Covid-19.

Menanggapi hal ini pihak PT Angkasa Pura II selaku operator bandara tersebut memberikan respon.

VP of Corporate Communications PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengklaim pihaknya berkomitmen mengimplementasikan physical distancing di seluruh bandara yang dikelola perseroan.

Termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta sesuai imbauan dari Kementerian Perhubungan.

Mengenal Lapas Nusakambangan Tempat Habib Bahar Ditahan, Terdapat Pendeteksi Wajah hingga Hewan Buas

Viral Surat Peniadaan THR untuk Keponakan saat Lebaran, Tak ada Uang 10 Ribuan Baru untuk Kalian

 Pemkot Bekasi Keluarkan Surat Izin Berpergian, Ini Syarat Pengajuannya

Setelah kepadatan dalam proses keberangkatan calon penumpang pesawat rute domestik di Terminal 2 Soekarno-hatta pada 14 Mei 2020, PT Angkasa Pura II langsung melakukan perbaikan prosedur yang diberlakukan pada 15 Mei 2020.

Sejak prosedur baru diberlakukan, Yado mengaku proses keberangkatan rute domestik berjalan dengan lancar, tertib dan mengedepankan physical distancing.

Ia menyebut prosedur baru tersebut merupakan hasil evaluasi dari seluruh stakeholder Soekarno-Hatta seperti operator bandara, maskapai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan lainnya.

“Sesuai imbauan Kemenhub, PT Angkasa Pura II menjaga agar physical distancing dapat selalu diterapkan dan kami berkomitmen untuk melakukan imbauan tersebut. Pada 14 Mei lalu, kepadatan saat proses keberangkatan domestik terjadi sekitar 1 jam untuk kemudian berangsur terurai," kata Yado, Rabu (20/5/2020). 

"Di mana calon penumpang saat itu juga memakai masker. Kemudian, stakeholder melakukan evaluasi dan menetapkan prosedur baru yang diterapkan mulai 15 Mei," tambahnya.

 Presiden Jokowi Tegaskan Belum Ada Kebijakan Pelonggaran PSBB

 Kisah Suster Ari, Positif Covid-19 yang Akhirnya Meninggal Dunia Bersama Bayi dalam Kandungannya

Saat ini, lanjutnya, prosedur sudah diperbarui dengan memecah konsentrasi ke 4 titik checkpoint.

Halaman
123
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved