Berita Depok

Tinggalkan Tradisi Lama, Wali Kota Depok Gunakan Aplikasi Siaga Covid-19

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menggunakan aplikasi pemantauan dan pelaporan kasus Covid-19 berbasis RW.

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Margonda, Pancoran Mas, Depok, Selasa (18/2/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menggunakan aplikasi pemantauan dan pelaporan kasus Covid-19 berbasis RW yang rencananya efektif digunakan per Rabu (20/5/2020).

Mohammad Idris mengatakan, aplikasi ini bertujuan memudahkan komunikasi antar 925 "RT/RW Siaga Covid-19" di seantero Depok, dengan pihak lurah sebagai koordinator dan camat sebagai anggota gugus tugas.

"Selain itu untuk mempercepat dan memudahkan pengawasan Kampung Siaga Covid-19 dengan ODP, PDP, pasien positif, dan pasien isolasi rumah termasuk OTG," jelas Idris kepada wartawan pada Senin (18/5/2020).

Mall CBD Ciledug Membeludak Main Kucing-kucingan dengan Pemkot Tangerang

Harimau Turun dari Gunung Leuser & Masuki Pemukiman Warga: 1 Mati, 1 Terluka, & 4 Hilang

Syahrini Kembali Jualan Mukena Fatima dengan Harga Promo Rp 3,9 Juta Bonus Masker Eksklusif

Junaedi Sumringah Dapat Bantuan Kursi Roda dari Puskesmas Kelurahan Cilincing I

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengaku, selama ini metode pelaporan dan pemantauan kurang efektif, karena masih memakai metode manual berbasis printer.

"Mulai Rabu ini, untuk Satgas Siaga, mereka bisa langsung mengakses, log in sesuai RW masing-masing. Satu RW hanya bisa log in di 1 RW memantau wilayahnya," kata Dadang.

"Misalnya ada kasus baru belum terjaring oleh petugas, itu nanti dia bisa juga (melaporkan via aplikasi)," lanjut dia.

Di samping itu, Dadang mengklaim bahwa aplikasi ini juga menyediakan fitur forum diskusi untuk memudahkan koordinasi antarwilayah.

"Di situ ada juga forum diskusi, kontennya untuk menyampaikan keluhan, untuk mencari solusi, dan memudahkan mereka mencari informasi," tutupnya.

Data terbaru per Minggu (17/5/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Depok sudah mencapai 414 kasus, tersebar di 62 dari 63 kelurahan.

Dari jumlah itu, 95 pasien dinyatakan sembuh dan 21 lainnya meninggal dunia. Angka kematian itu belum menghitung kematian suspect/PDP yang meninggal dengan gejala mirip Covid-19.

Jumlah kematian suspect di Depok sebanyak 68 korban sejak 18 Maret 2020 dan sampai sekarang tak dikonfirmasi positif atau negatif Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan RI.

Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved