Digitalisasi Dokumen

Selagi Banyak Waktu di Rumah, Lakukan Digitalisasi Dokumen dan Foto Secara Mudah

Seiring waktu, foto dalam album akan mengalami perubahan kualitas. Apalagi bila penyimpanan album kurang memerhatikan suhu dan kelembapan ruangan.

Bambang Putranto
Mengolah foto dengan software di komputer 

Di sela waktu work from home, salah satu kegiatan di rumah yang bisa dilakukan adalah mendigitalisasi dokumen atau foto.

Pada umumnya kita meletakkan dokumen penting seperti ijazah, akte lahir, dan sebagainya, di dalam document keeper, yang disimpan di lemari atau brankas, atau tempat lain yang aman. Sementara album foto diletakkan atau disimpan di tempat yang relatif terbuka.

Seiring waktu, foto dalam album akan mengalami perubahan kualitas. Apalagi bila penyimpanan album kurang memerhatikan suhu dan kelembapan ruangan. Pada umumnya kita memang tidak memerhatikan hal tersebut.

Konsekuensinya sudah bisa dilihat. Warna foto memudar, atau di sana-sini muncul jamur. Padahal untuk memerbaiki atau merestorasi secara langsung foto-foto tersebut jelas tak mudah, makan waktu, dan sudah pasti tidak bisa kembali seperti semula.

Untuk memerbaiki kondisi foto yang sudah berubah atau rusak, akan lebih mudah dengan cara digital. Menggunakan perangkat lunak olah foto. Ada banyak pilihan software olah foto, mulai dari yang punya fitur aneka ragam, hingga yang sederhana atau mudah digunakan.

Namun, untuk mengolah foto di perangkat lunak tentu lebih dulu foto tersebut didigitalkan. Untuk mengubah menjadi file digital tentu harus dipindai (di-scan). Jika tidak ada scanner di rumah, tak ada salahnya menggunakan kamera pada smartphone (HP).

Untuk memindai/memotret foto menggunakan HP perlu diperhatikan posisi foto dan HP. Supaya didapat hasil yang simetris maka posisi objek (foto) dan HP harus berjarak lurus. Posisi itu bisa didapat dengan cara foto diletakkan di bawah dan dipotret dari atas, atau diletakkan pada bidang tegak lurus (misalnya dinding rumah) dan dipotret dari depan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah pencahayaan supaya hasil pemotretan foto/dokumen memuaskan. Ada cara mengggunakan pencahayaan lampu. Namun, teknisnya butuh pengetahuan yang cukup.

Cara yang paling sederhana dan mudah adalah memanfaatkan cahaya alami matahari. Supaya cahaya matahari menimpa foto secara merata, foto harus diletakkan di tempat yang tidak terpapar langsung cahaya matahari. Harus di tempat yang teduh, misalnya di teras rumah atau di bawah pohon yang rindang. Jika foto terpapar langsung cahaya matahari maka memantulkan cahaya, dan hasil pemotretan akan jelek.

Memang melakukan kerja digitalisasi foto-foto dan dokumen cukup bikin repot dan butuh ketelitian. Untuk menyiasatinya, kegiatan itu bisa dilakukan secara bertahap. Namun, yang penting hasil kegiatan ini akan bermanfaat kini dan kelak, karena kita sudah hidup di era digital.

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved