Virus Corona Jabodetabek
Wakil Wali Kota Bekasi Optimis Bulan Juni Warga Kembali Hidup Normal
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto optimisi pada bulan Juni 2020 warga akan kembali hidup normal.
Penulis: Muhammad Azzam |
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI--- Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto optimisi pada bulan Juni 2020 warga akan kembali hidup normal.
Artinya, pemerintah tidak akan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga ini yang berakhir pada 26 Mei 2020.
"Kalau kita lihat trennya kan Kota Bekasi sudah cukup landai.
"Apalagi tiga hari ini nihil kasus positif, jika kontinyu tak menutup kemungkinan PSBB tidak kita perpanjang," kata Tri, pada Senin (18/5/2020).
Maka itu, Tri meminta warga Kota Bekasi berjuang di detik-detik terakhir masa PSBB tahap ketiga ini untuk terus disiplin.
Pemerintah Joko Widodo juga meminta agar penyebaran virus Corona dapat dikendalikan hingga akhir Mei ini, agar pada Juni 2020 sudah bisa hidup normal.
"Yang penting adalah di detik-detik terakhir ini kita disiplin. Kalau kita bisa pertahankan ini Juni bisa kita lakukan sesuai keinginan pemerintah," jelas Tri.
Tri memaparkan saat ini pihaknya terus memperketat pengawasan penerapan PSBB tahap ketiga.
Apalagi sudah ada sanksi yang berlaku, mulai sanksi sosial, administrasi hingga denda.
"Kita lakukan juga sekarang memperbanyak jumlah tes sampel-sampel tes corona.
"Kemarin kita banyak lakukan di ruang publik, ruang sosial, stasiun, pasar, cek poin dan lain," ungkap dia.
Hasil tesnya ternyata tidak terlalu mengkhawatirkan, karena temuan kasus Covid-19 tidak banyak.
"Apa yang kita khawatir itu suatu tempat yang ramai, ternyata itu diluar apa yang kita khawatirkan," ucap Tri.
Tri menyebut rencana tak memperpanjang PSBB bisa batal jika Pemprov DKI Jakarta tak bisa mengendalikan penyebaran Covid-19.
Pasalnya, 60 persen pola pergerakan warga Kota Bekasi itu menuju ke wilayah DKI Jakarta.
Dikhawatir jika kondisi Jakarta sebagai episentrum belum dapat dikendalikan akan mempengaruhi kasus Covid-19 di wilayah Kota Bekasi.
"Yang terpenting episentrum kita Jakarta, tarikan perjalanan kita pola pergerakan kita 60 persen ke sana.
"Jadi Jakarta harus bekerja keras sehingga dia bisa menekan orang yang dinyatakan positif harus kendalikan," beber dia.
Tri menambahkan PSBB yang diterapkan ini juga sangat berdampak terhadap ekonomi.
Semua masyarakat telah rindu akan hidup normal.
Olehkarena itu, Tri sepakat atas ucapan Presiden Joko Widodo yang meminta masyarakat hidup berdamai dan berdampingan dengan virus Corona.
"Kita semua sudah kangen, sudah rindu, kita sudah ingin hidup secara normal.
"Yang penting itu tadi, selama virus ini tidak ada antinya, belum ada vaksinnya memang kita harus seperti ini.
"Seperti yang dikatakan presiden berdamai dengan virus berdampingan," terang Tri.
Virus ini akan terus ada jika belum ditemukan vaksinya.
Sedangkan penerapan PSBB yang terlalu lama bakal berdampak terhadap ekonomi.
Tri melanjutkan jika tak diperpanjang PSBB, warga diminta menjalankan kehidupan baru atau new normal.
Meskipun tak ada lagi PSBB, warga diminta tetap menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci sabun.
"Mudah-mudahan dengan pola hidup sudah sehat, terus kita menjaga pakai masker sering minum vitamin, berolahraga.
"Penyebaran itu dari orang ke orang, engga langsung.
"Kalau lokasi terbuka ini agak lama karena panas.
"Kita bersyukur posisinya berada di katulistiwa jadi panas," tandas dia.
Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi kembali landai pada pekan ini.
Bahkan dalam tiga hari terakhir ini nihil kasus positif Covid-19.
Berdasarkan data terkini dari website remsi Pemerintah Kota Bekasi, https://corona.bekasikota.go.id, kasus positif Covid-19 ada sebanyak 280 orang, 193 orang diantaranya sembuh, 58 orang dirawat dan 29 orang meninggal.
Adapun jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 2.320 orang, 1.242 orang diantaranya sedang dalam pemantauan dan 1.026 selesai pemantaun.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 930 orang, rinciannya 462 orang sedang dalam pengawasan dan 468 selesai pengawasan.
Sementara yang meninggal karena penyakit khusus ada sebanyak 122 orang. (MAZ)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20-ribu-bansos-disalurkan-di-hari-pertama-psbb-kota-bekasi150402.jpg)