Virus Corona

Wakil Ketua Kadin Jatim: Bisnis Teknologi dan Digital Sangat Menjanjikan di Tengah Covid-19

Wakil Ketua Kadin Jatim: Bisnis Teknologi dan Digital Sangat Menjanjikan di Tengah Covid-19. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Wakil Ketua Kadin Jatim: Bisnis Teknologi dan Digital Sangat Menjanjikan di Tengah Covid-19
ISTIMEWA
Direktur Utama PT Tata Kreasi Indonesia, H.M. Supriyadi (kanan) bersama Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - WHO telah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan berakhir dalam waktu dekat.

Dalam ketidakpastian ini, berdamai dengan Covid-19 seolah keniscayaan, termasuk dalam bisnis, segala tantangan harus dihadapi dengan memperkuat resiliensi sehingga dapat terus bertahan.

Demikian anjuran Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, H.M. Supriyadi.

“Di tengah kondisi sesulit apapun, bisnis harus tetap bertahan sehingga kita butuh antisipasi dan mitigasi resiko demi kontinuitas bisnis,” katanya dalam acara “Webinar Nasional: Tantangan, Peluang dan Strategi Bisnis di Masa Covid-19” yang digelar secara virtual oleh Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama Malang pada Sabtu (16/5/2020) lalu.

WHO Peringatkan Eropa akan Serangan Gelombang Kedua Corona saat Musim Dingin seperti Flu Spanyol

Menurut Supriyadi, hampir semua sektor bisnis terpukul akibat Covid-19, hanya bisnis di sektor kesehatan dan teknologi informasi atau digitalisasi yang barangkali tidak terlalu terdampak pandemi.

Dengan begitu, bisnis dalam bentuk digitalisasi atau virtual sangat menjanjikan, termasuk juga bisa diterapkan untuk para pegiat UMKM.

“Tantangan sekaligus peluangnya, pengusaha dapat mengkonversi bisnisnya atau melakukan modifikasi dalam bentuk digital atau virtual. Memang semua bisnis terguncang, tetapi saya selalu melihat sisi positifnya karena apapun situasinya harus dihadapi,” ujarnya yang juga menjabat sebagai Dikrektur Utama PT. Tata Kreasi Indonesia ini.

Ingin Mendekati Hati Luna Maya, Begini Tipe Laki-laki Idealnya

Ia menegaskan saat ini apapun tidak dapat dilakukan dengan cara biasa, sehingga di sinilah pentingnya peran leadership, kreativitas, dan inovatif dalam melihat pergeseran segmen pasar.

Sebab, di masa work from home atau physical distancing hampir pasti mayoritas orang memegang ponsel atau teknologi digital, dan tidak pernah jauh dari akses internet.

“Selain kondisi, gaya hidup masyarakat sedikit banyak berubah, semisal dalam memesan makan secara daring, belanja, baca buku bahkan sejumlah kampus sudah menerapkan perkulihan daring. Pengusaha dapat mengambil celah kesempatan ini, sebagai peluang pasar,” pungkasnya.

Supriyadi memprediksi setelah hari raya Idul Fitri situasi sudah berangsur normal, dalam artian masyarakat diperkirakan akan mulai beraktivitas. 

Patahkan Mitos dan Kutukan, Ismed Sofyan Jelaskan Rahasia Persija Jakarta Bisa Raih 3 Gelar Juara

Karena logikanya sederhana, semua orang ada tuntutan memenuhi kebutuhan keseharian maka harus bekerja dan keluar rumah, apalagi sektor informal.

“Harapannya, situasi kembali normal, sehingga ekonomi juga dapat pulih lagi, tapi memang bisnis sektor teknologi adalah yang paling tahan banting di segala musim sebut saja Facebook atau e-commerce Alibaba, meskipun saat pandemi sektor ini relatif stabil. Saya kira ini yang perlu jadi perhatian bersama untuk terus dikembangkan sehingga perlahan kita mulai meninggalkan bisnis konvensional yang di negara maju sudah mulai dilupakan,” pungkasnya.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved