Novel Baswedan Diteror

Novel Baswedan Minta Jaksa Hadirkan Tiga Saksi yang Pernah Lihat dari Dekat Wajah Penyiram Air Keras

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan tim advokasinya, menyoroti sejumlah kejanggalan di sidang kasus penyiramn air keras.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disambut pimpinan KPK, mantan pimpinan KPK, aktivis anti korupsi serta karyawan KPK saat kedatangan Novel di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/2). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan tim advokasinya, menyoroti sejumlah kejanggalan di sidang kasus penyiramn air keras.

Salah satu sorotan terkait tak dihadirkannya sejumlah saksi yang mengetahui insiden penganiayaan Novel Baswedan, yang diduga dilakukan Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette.

Insiden itu terjadi di dekat rumah Novel Baswedan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 18 Mei 2020: 18.010 Pasien Positif, 4.324 Sembuh, 1.191 Meningal

"Setidaknya tiga orang saksi penting."

"Kenapa saksi ini tidak dihadirkan jaksa?" kata Novel Baswedan, dalam diskusi daring 'Menyoal Persidangan Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan', yang disiarkan melalui live streaming Facebook Page Sahabat ICW, Senin (18/5/2020).

Novel Baswedan mengungkapkan, saksi mengetahui dirinya sedang diintai orang tidak dikenal sekitar dua minggu sebelum insiden penganiayaan berlangsung.

UPDATE Kasus Covid-19 di DKI 18 Mei 2020: Pasien Positif Tambah 88 Jadi 6.010 Orang, 1.301 Sembuh

Menurut dia, saksi itu merekam aktivitas orang tidak dikenal yang mengamati Novel Baswedan.

Novel Baswedan tidak menyebutkan identitas saksi yang dikategorikannya sebagai saksi penting tersebut.

"Saksi yang mengetahui saat saya sedang diintai dua minggu sebelumnya."

Oplos Sapi dan Babi, Tersangka Bilang Daging Impor kepada Pembeli, Pakai Formalin dan Pewarna

"Dia dokumentasi orang-orang melakukan pengamatan diri saya."

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved