Breaking News:

Virus Corona Bodebek

Pemkot Bekasi Siapkan 7.000 Rapid Test Akurasi 80 Persen untuk di Cek Poin dan Stasiun Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi berencana menggelar pendeteksian corona menggunakan metode rapid test kepada penumpang KRL Commuter Line dan pengendara.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Muhammad Azzam
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, di Stadion Patriot Candrabaga. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -  Pemerintah Kota Bekasi berencana menggelar pendeteksian corona menggunakan metode rapid test kepada penumpang KRL Commuter Line dan pengendara di lokasi check point.

Sebanyak 7.000 alat rapid test disiapkan, kali ini alat rapid testnya memiliki tingkat akurasi hingga mencapai 80 persen.

"Kami datang lagi 7.000 rapid test tapi rapidnya kualitasnya lebih bagus dari pada rapid yang ada sebelumnya. Capai 80 persen akurasinya," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, pada Sabtu (16/5/2020).

Semua yang Pernah Kenal Pasti Setuju pada Ernest Prakasa, Henky Solaiman Baik Hati, Tulus dan Lucu

Kisah Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI yang Sedang Berduaan di Rumahnya, Kapolda Turun Tangan

Bantu Anak Yatim Korban Kecelakaan, Kapolda Jabar Dapat Apresiasi

Rahmat mengungkapkan bahwa 7.000 alat rapid test dengan akurasi 80 persen itu dalam waktu dekat ini akan digunakan untuk pemeriksaan di check point, stasiun hingga tingkat RW.

"Saya sudah perintahkan buat di 32 check point, di stasiun tiga hari berturut-turut, kalau satu hari 300 berarti 900. Terus di RW tiap RW 4 orang," jelas dia.

Alat rapid test akan terus didatangkan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan warga.

"Kita adakan (7.000 rapid test) waktu kita pesan pertama, inikan pesen butuh waktu tapi ini kualitasnya di atas yang sebelumnya," ungkap dia.

Rahmat menerangkan gencarnya dilakukan rapid test atau PCR dapat membantu mendeteksi keberadaa virus corona,  sehingga dapat segera dilakukan penanganan dengan baik.

Warga yang terdeteksi positif corona, langsung segera diisolasi dan dilakukan perawatan. Sehingga penyebaran lebih luas terhindarkan serta peluang warga terjangkit itu sembuh lebih besar.

"Tindakan cepat itu sangat dibutuhkan, ya memang pasti karena kita tes terus. Ada terus penambahan kasus, tapi tidak apa bisa diakomodir tangani dengan baik," papar dia.

Adapun data kasus Covid-19 di Kota Bekasi berdasarkan website resmi, https://corona.bekasikota.go.id, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 2.320 orang, 1.242 orang diantaranya sedang dalam proses pemantauan dan 1.026 orang selesai proses pemantauan.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 930 orang, rinciannya 462 orang sedang dalam pengawasan dan 468 orang selesai pengawasan.

Adapun untuk warga yang terkonfirmasi positif ada sebanyak 280 orang, 193 diantarnya sembuh, 58 dirawat dan meninggal 29 orang. Ada juga 122 orang meninggal tercacat karena penyakit khusus. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved