Berita Video

VIDEO: Jalanan Bekasi Ramai Lagi, Sudah New Normal?

Pengamatan Wartakota, keramaian kendaraan terjadi di Jalan Raya Sudirman, Insinyur Juanda maupun arah Jalan Ahmad Yani arah Pekayon.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Warga memadati kawasan Perumnas 1, Kota Bekasi, Jumat (15/5/2020). Mereka keluar rumah untuk ngabuburit menjelang bedug maghrib dan membeli takjil atau makanan untuk berbuka puasa. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI--- Isu pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat jalanan di Kota Bekasi ramai dipadati kendaraan.

Bahkan kemacetan kerap terjadi khususnya di waktu sore hari. Istilah new normal atau era normal yang baru juga terus mengemuka di media sosial, tak terkecuali bagi warga Bekasi.

Pengamatan Wartakota, keramaian kendaraan terjadi di Jalan Raya Sudirman, Insinyur Juanda maupun arah Jalan Ahmad Yani arah Pekayon.

 PSBB Tahap Ketiga di Kota Bekasi, Layanan Non Tatap Muka Diperpanjang Hingga 26 Mei 2020

 Zona Hijau di Kota Bekasi Tinggal 7 Kelurahan, Warga Diminta Pertahankan Status Nihil Kasus Covid-19

Bahkan sejumlah jalan lokal bukan jalan protokol kepadatan kendaraan cukup tinggi.

Isu pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat jalanan di Kota Bekasi ramai dipadati kendaraan.
Isu pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat jalanan di Kota Bekasi ramai dipadati kendaraan. (Wartakotalive.com/Muhammad Azzam)

Keramaian kendaraan ini dikhawatirkan membuat pelaksaan PSBB di Kota Bekasi gagal atau sia-sia.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi tak menampik isu pelonggaran PSBB dan kebijakan pemerintah pusat yang berubah-ubah membuat kembali ramainya kendaraan atau aktifitas warga.

 FAKTA Terbaru, Remaja Putri Pembunuh Bocah di Sawah Besar Dicabuli 16 Kali Oleh Tiga Orang

Akan tetapi Pemkot Bekasi terus berusaha melakukan pemaksaan agar warga yang tak memiliki kepentingan untuk keluar rumah. Kalaupun keluar wajib menjalankan protokol kesehatan.

"Kalau persoalan kendaraan ini sudah mulai banyak kita bisa saja melakukan pemaksaan. Jadi ukurannya terhadap kegiatan itu memang tidak terlepas dari kepentingan ekonomi," kata Rahmat, di Stadion Patriot Candrabaga, pada Jumat (15/5/2020).

Terkait ramainya kendaraan akibat kebijakan pelanggoran moda transportasi, Rahmat menerangkan pemerintah sudah jelas menyatakan bahwa hanya yang dikecualikan hal hal tertentu saja yang diizinkan termasuk sampai izin pulang kampung.

 Ditemukan 4 Pedagang Positif Corona, Rapid Tes Digelar di Pasar Kramat Jati

"Itu mereka harus yang izin khusus saja, termasuk yang mudik. Intinya yang berkaitan tentang kepentingan ekonomi. Nah sekarang berkenaan dengan kondisi di dalam kota kita juga mempertimbangkan," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved