Breaking News:

BPJS Kesehatan

Penjelasan Lengkap Istana Soal Kenaikan Iuran BPJS, Negara Juga dalam Situasi Sulit, Mohon Dipahami

Ini penjelasan lengkap pihak istana soal kenaikan tarif iuran BPJS yang belakangan banyak dikecam berbagai pihak. Istana persilahkan presiden digugat

Editor: Wito Karyono
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Ilustrasi warga ramai memadati Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kota Bekasi, pada Jumat (27/12/2019). Kenaikan iuran BPJS mandiri tetap dikeluhkan karena dianggap tidak tepat waktu. 

WARTAKOTALIVE.COM, ISTANA -- Ini penjelasan lengkap pihak istana soal kenaikan tarif iuran BPJS yang belakangan banyak dikecam berbagai pihak.

Tak semua peserta BPJS mengalami kenaikan iuran, hanya peserta mandiri yang mengalaminya.

Meski demikian masyarakat yang mau menggugat keputusan tersebut dipersilahkan.

Jokowi Naikkan Iuran BPJS, Politisi PDIP Ganjar Pranowo dan FX Hadi Rudyatmo Beda Pendapat

Ribka Tjiptaning Minta Pemerintah Kaji Kembali Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Rakyat Makin Susah

Pelaksana Tugas Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan menyebut, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah memperhitungkan ability to pay atau kemampuan membayar masyarakat.

Hal itu berdasarkan perhitungan yang dilakukan Kementerian Keuangan.

“Kalau dari sisi keuangan, memang dari Kementerian Keuangan mengatakan, perhitungan itu juga sudah memperhitungkan terkait dengan ability to pay dalam melakukan pembayaran,” kata Abetnego Tarigan

UPDATE: Remaja Putri Pembunuh Bocah di Sawah Besar Kini Hamil 3,5 Bulan, Siapa yang Menghamilinya?

Tarif iuran BPJS mengalami kenaikan untuk peserta mandiri segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP).

Abetnego pun mempersilahkan peserta kelas I dan II untuk turun ke kelas III jika memang keberatan dengan kenaikan iuran.

"Kan orang diberi kebebasan untuk movement, pindah," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved