Breaking News:

Virus Corona

Pandemi Corona Bikin Kelompok Kriminal Yakuza Jepang Bangkrut, Mereka Terpaksa Ikut Jualan Masker

Pandemi corona bukan hanya merontokan ekonomi banyak negara, bahkan kelompok kriminal terkenal Yakuza Jepang ikut merasakannya.

Editor: Wito Karyono
Daily Beast
Anggota Yakuza dalam sebuah acara. Kelompok kriminal terkenal di Jepang ini dilaporkan ikut bangkrut karena pandemi corona 

WARTAKOTALIVE.COM, TOKYO -- Pandemi corona bukan hanya merontokan ekonomi banyak negara, bahkan kelompok kriminal terkenal pun merasakannya.

Sindikat kriminal yang namanya cukup terkenal di dunia bawah di Jepang adalah Yakuza.

Kelompok ini terkenal mendunia sebagai kelompok penjahat yang kerap melakukan tindakan ilegal.

Kisah Presiden Soekarno saat ke Jepang, Dikawal 20 Gangster Yakuza karena Dianggap Tak Resmi

Yakuza Kendalikan Sindikat Penipu Asal Tiongkok dan Taiwan

Namun, semenjak wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, kelompok Yakuza ternyata mengalami dampak hebat pada sistem bisnisnya.

Menurut Daily Star pada Jumat (15/5/2020), kelompok kejahatan paling terkenal di Jepang ini, mengalami krisis ekonomi karena penghasilannya terjun bebas.

ASTRA Tol Tangerang-Merak Mulai Siagakan Layanan Angkutan Lebaran, Slogan Bersama Jaga Diri

Sindikat Yakuza melakukan kejahatan terorganisir menghasilkan uang melalui "shinogi" istilah Jepang, yang diterjemahkan sebagai "keramaian." 

Mereka melakukan tindakan ilegal, seperti pengedaran narkoba, pelacuran, pemerasan, dan premanisme.

Banyak anggora Yakuza telah berusia lanjut, mereka ditempatkan ke dalam kategori berisiko, bila tertular dengan Covid-19.

Lanjutkan Aksi Cegah Corona, Herborist Donasikan 250 Jerigen Hand Sanitizer ke Pemprov Jatim

Hal itu menyebabkan banyak dari mereka yang terpaksa tinggal di dalam rumah, dan meringkuk ketakutan karena bisa tertular Covid-19.

Ilustrasi mafia Jepang, Yakuza. pandemi corona membuat bisnis mereka kacau
Ilustrasi mafia Jepang, Yakuza. pandemi corona membuat bisnis mereka kacau (Mociarane.com)

Jake Adelstein, reporter investigasi yang berbasis di Tokyo, telah meliput Yakuza selama kurang lebih 25 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved