Penculikan

KPAI Sebut Masa PSBB Membuat Anak Bisa Jadi Korban Tindak Kriminal

Kasus polisi gadungan yang memperdayai dua siswa SMP di Depok untuk mencuri handphone mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

istimewa
Evakuasi Siswa SMPN 1 Turi 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Kasus polisi gadungan yang memperdayai dua  siswa SMP di Depok untuk mencuri handphone mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jumat (15/5/2020).

Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Solihah, pun meminta aparat penegak hukum untuk segera beradaptasi dan mengantisipasi modus baru yang mungkin muncul di tengah pandemi Covid-19.

"Sebenarnya harus preventif dulu ya, janganlah kejadian dulu baru kita tersadarkan. Yang saya mau sampaikan adalah semua kebijakan PSBB ini harus terintegrasi dengan kesehatan dan keamanan di tengah masyarkat,” kata Ai Maryati saat dihubungi, Jumat (15/5/2020).

Dia menilai naiknya tindak kriminal berbanding lurus dengan permasalahan ekonomi yang melanda warga di tengah pandemi Covid-19.

Viral Terjadi Penumpukan Penumpang, Ini Aturan Baru Bandara Soekarno-Hatta pada Sistem Antrean 

Kabar Pajak Kendaraan Nunggak Dua Tahun Langsung Dihancurkan Pakai Alat Berat, Ini Penjelasan Polisi

IMI DKI dan IOF DKI Serahkan APD ke Beberapa Puskesmas di Jakarta

Dengan naiknya angka kriminaliitas ini, anak bisa jadi target para oknum untuk dijadikan alat ataupun korban tindak kriminal.

“Banyak yang terdampak ekonomi akhirnya menghalalkan segala cara dan menyasarnya ke anak-anak. Seharusnya dari awal kepolisian harus sudah punya rancangan itu,” tambah dia.

Dia berharap penyelenggaraan PSBB bisa sejalan dengan tingkat keamanan fisik warga, terutama anak-anak. Selain menjaga berjalannya PSBB, dia berharap polisi dapat bertindak tegas dalam menangani kasus kriminal yang menimpa anak selama pandemi Covid-19.

“Aparat harus punya strategi bahwa integralisasi fisik keamanan dalam situasi Covid seperti ini harus meningkatkan pada aspek keamanan dari kelompok kelompok yang menyasar yang notabene usia anak,” ucap dia.

Kronologi kasus Sebelumnya, polisi gadungan berinisial I sempat menjalankan aksinya menipu dua anak SMP berinsial A (14) dan N (14).

I berencana membawa dua anak SMP dengan sepeda motor dan menurunkan mereka di pinggir jalan. Setelah itu, barulah I merampas handphone milik korban. Kejadian bermula ketika kedua korban berada di Taman Merdeka, Depok, pada Kamis (14/5/2020) pukul 13.00 WIB.

Halaman
12
Penulis: Dodi Hasanuddin
Editor: Dodi Hasanuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved