PSBB Kota Bekasi

Ini Alasan Mengapa Kota Bekasi Terkesan Ramai Kendaraan Lagi, Sulit Melarang Warga Beli Takjil?

Kasatpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah mengatakan kepadatan pergerakan masyarakat itu terjadi pada sore hari menjelang buka puasa.

Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Isu pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat jalanan di Kota Bekasi ramai dipadati kendaraan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI--- Kepadatan kendaraan menjadi pemandangan setiap sore di Kota Bekasi. Tentu, itu sangat miris apalagi ditengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kasatpol PP Kota Bekasi, Abi Hurairah mengatakan kepadatan pergerakan masyarakat itu terjadi pada sore hari menjelang buka puasa.

Kebanyakan warga keluar untuk ngabuburit dan mencari takjil buka puasa. Ia mengaku kesulitan melarang masyarakat keluar untuk ngabuburit maupun jualan takjil.

Jalanan di Kota Bekasi Ramai Kendaraan Lagi Bahkan Sempat Macet, Ini Diduga Penyebabnya

Politisi PSI Minta Pemprov DKI Awasi Proyek Pemasangan Kabel SKTT Jalan Raya Bekasi Pulogadung

"Itu juga khususnya kepadatan terjadi di jalan lokal atau perkampungan. Sore hari pada ngabuburit beli takjil," kata Abi, pada Jumat (15/5/2020).

Adapun untuk pergerakan pada pagi dan siang hari, Abi menyebut tak seramai pada sore hari.

Pihaknya dalam hal ini Pemkot Bekasi terus melakukan pengawasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terhadap masyarakat yang beraktifitas diluar rumah.

Bekasi Macet lagi diduga terkena isu pelonggaran PSBB. Padahal kebijakan tersebut diperpanjang untuk ketiga kalinya
Bekasi Macet lagi diduga terkena isu pelonggaran PSBB. Padahal kebijakan tersebut diperpanjang untuk ketiga kalinya (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Dan tak segan menindak tegas pada mereka yang melanggar aturan PSBB.

"Kita terus himbau, sudah ada perwal nya. Bagi yang tidak pakai masker bisa kita tindak, mulai teguran lisan tertulis hingga sanksi. Sanksi bisa sosial atau denda," ungkap dia.

Tak hanya itu, Satpol PP bersama petugas lainnya juga terus ketat mengawasi para pedagang takjil. Agar menjaga jarak saat berjualan dan selalu menggunakan masker dan sarung tangan.

Karyawan di Depok yang Hingga H-7 Lebaran Belum Juga Mendapat THR, Silahkan Mengadu ke Sini

“Masyarakat tidak bisa secara harfiah dilarang, polanya pola penjajah harus dipecut masih pada pola itu," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved