Breaking News:

Widodo C Putro: Maju Mundurnya Sepak Bola Ada di Pundak Pelatih

Pelatih Persita Tangerang Widodo C Putra beranggapan maju mundurnya sepakbola merupakan salah satu tanggung jawab pelatih.

istimewa
Pelatih Persita Tangerang Widodo C Putro tampil dalam acara rutin lewat instagram Persita. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelatih Persita Tangerang Widodo C Putra beranggapan maju mundurnya sepakbola menjadi salah satu tanggung jawab pelatih.

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro memberikan pandangannya perihal perbandingan berat beban menjadi pemain dengan pelatih.

Dalam sesi Rindu Pendekar, Rabu (13/5/2020) kemarin, pelatih berusia 49 tahun ini mengatakan beban pelatih jauh lebih besar dibandingkan pemain.

Ambil Hikmah di Masa Pandemi Covid-19, Begini Kata Pelatih Persita Tangerang

"Maju mundurnya atau berkembangnya sepak bola ada di pundak pelatih," bukanya.

Selain itu, ia mengatakan setiap pemain juga memiliki teman yang banyak, hal itu berbeda dengan pelatih yang hanya khusus bercengkrama dengan asisten pelatih di setiap pertandingan.

Artinya, dalam sebuah tim, hanya satu yang menjadi pelatih kepala dan dibantu oleh asisten pelatih lainnya, sehingga temannya menyusun formula untuk pemain begitu terbatas.

Jersey Home Musim 2019 yang Dilelang Persita Tangerang, Laku Seharga Rp 2,6 Juta

Walaupun pelatih memikul beban berat, pelatih yang sukses menghantarkan Persita promosi ke Liga 1 Indonesia musim 2020 ini menambahkan seorang pelatih harus menikmati beban tersebut, dan siap dengan segala resiko.

"Bila situasi memburuk, seorang pelatih harus bisa memperbaiki. Dan harus siap menerima segala konsekuensi yang kemungkinan terjadi," tutupnya.

Media Officer Yetta Angelina dan Pelatih persita Tangerang Widodo C Putro.
Media Officer Yetta Angelina dan Pelatih persita Tangerang Widodo C Putro. (Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang)

Lantas, Widodo juga memandang bagaimana setiap pelatih lokal harus bisa mengembangkan sepak bola Indonesia.

Hal ini karena bila hanya berpatokan pada pelatih asing, akan sangat beresiko dalam mengembangkan sepak bola Indonesia.

Ambil Hikmah di Masa Pandemi Covid-19, Begini Kata Pelatih Persita Tangerang

Menurutnya, bila pelatih asing habis kontrak di sebuah klub, ia bebas meninggalkan Indonesia, sehingga penting bagi pelatih lokal untuk bersama-sama membangun dan memajukan sepak bola Indonesia.

"Kalau bukan kami (setiap pelatih lokal), siapa lagi yang akan membangun dan memajukan sepak bola dalam negeri. Kami tak bisa berpatokan kepada pelatih dari luar," tutupnya. 

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved