Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Bongkar Isi Bantuan Presiden, Warga Serpong Sebut Cukup Buat Seminggu

"Insha Allah cukup seminggu ini kali," kata Basar kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Serpong, Tangsel, Rabu (13/5/2020).

Warta Kota/Rizki Amana
Mensos RI, Juliari P. Batubara saat berikan bansos presiden kepada warga RT 005, RW 002 Kelurahan Ciater, Serpong, Tangsel. 

 WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Kementerian Sosial (Kemensos RI) beri bantuan sosial (bansos) Presiden RI kepada warga RT 05, RW 02, Kelurahan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Basar (51) selaku penerima bansos tersebut mengaku bantuan tersebut hanya dapat bertahan dalam sepekan kedepan. 

"Insha Allah cukup seminggu ini kali," kata Basar kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Serpong, Tangsel, Rabu (13/5/2020).

Dikatakan Basar, prediksi itu muncul ketika mendapat pesan dari Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara untuk berbagi kepada warga lain yang tak terdata sebagai penerima bantuan. 

Sebab, bantuan berupa semabko tersebut memiliki jumalh nominal sebesar Rp. 300.000.

Bila membagikan kepada warga terdampak lainnya, tentu dapat mengurangi bantuan sembako yang diterimanya.

"Ya gitu bagi-bagi ke tetangga kalau ada yang mau," ucap pria lanjut usia yang berprofesi sebagai kuli bangunan tersebut. 

Sementara itu, Juliari mengatakan bila paket bantuan itu ditargetkan kepada warga yang terdampak wabah virus corona secara ekonomi. 

Namun, persyaratan penerima ditentukan bukan berdasarkan penerima bantuan sebelum adanya wabah virus corona yang tercatat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Tangsel.

Menurutnya, pihaknya hanya menyalurkan bantuan tersebut melalui pencatatan penerima bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel terhadap warga yang rentan terdampak wabah virus corona.

"Kalau DTKS kondisi normal sebelum ada covid. Sekarang ini ada wabah covid bukan penerima bantuan reguler misalnya dia ada kerjaan tiap hari tapi kena dampak covid jadi hilang kerjaan. Dan sama sekali belum dapat bantuan, itu yang kita harapkan," kata Juliari saat ditemui di lokasi, Serpong, Tangsel, Rabu (13/5/2020).

"Pokoknya dari pusat menerima data dari daerah. Makanya kita buka peluang daerah untuk menambahkan data penerima," lanjutnya. 

Diketahui, Pemkot Tangsel mencatat 76.122 Kepala Keluarga (KK) sebagai penerima bansos yang bersumber dari Kemensos RI. 

Namun, data tersebut belum sepenuhnya sesuai target penerima bantuan yang terdampak wabah virus corona. 

Hingga saat ini Pemkot Tangsel masih memperbaiki data penerima bansos untuk menghindari adanya data ganda ataupun target yang tak semestinya menerima bantuan akibat dampak wabah virus corona. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) merilis data penyebaran pandemi virus corona di wilayahnya.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Tangsel Irfan Santoso menyampaikan hingga Rabu (13/5/2020) pihaknya telah menemukan sebanyak 2.470 kasus pandemi virus corona terjadi di wilayah Tangsel.

Adapun kasus-kasus tersebut ditemukan melalui tiga klasifikasi penanganan pandemi virus corona.

Tiga klasifikasi yang dimaksud ialah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), terkonfirmasi positif.

"1.756 ODP, 559 PDP, 155 konfirmasi positif," ungkap Irfan kepada wartawan, Tangsel, Senin (27/4/2020).

Selain itu, Gugus Tugas Covid-19 turut merinci kasus yang dinyatakan sembuh, masih menjalani perawatan, dan meninggal dunia dari tiga klasifikasi kasus pandemi virus corona.

Untuk pasien sembuh pada klasifikasi PDP terdapat 216 orang, dan 24 pasien sembuh pada kasus positif.

Sementara pasien yang masih menjalani perawatan medis tercatat berjumlah 380 orang di wilayah Tangsel.

Dari kasus PDP pasien masih dirawat 268 orang, dan kasus konfirmasi positif berjumlah 112.

Sedangkan, pada 1.756 kasus ODP terbagi menjadi dua klasifikasi yakni selesai dipantau dan masih dalam pemantauan.

"1.097 selesai dipantau, dan 659 masih dipantau," jelasnya.

Sementara itu, terdapat 94 orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona dari dua klasifikasi yakni PDP dan kasus konfirmasi positif.

"75 orang meninggal dunia diklasifikasi PDP, dan 19 orang meninggal dunia pada klasifikasi kasus terkonfirmasi," tandasnya. (M23)

Penulis: Rizki Amana
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved