Terlampau Kasar Tagih Utang ke Istrinya, Pedagang Sayur Emosi Lalu Bacok Debt Collector Pakai Parang

pelaku dikenakan Pasal 341 KUH Pidana ayat dua, tentang perkara penganiayaan berat. Adapun ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Kapolres Metro Bekasi Kota Komber Wijonarko menunjukkan barang bukti berupa parang yang digunakan pedagang sayur saat melukai debt collertor, Kamis (14/5/2020). 

Kesal ditagih utang secara paksa ditengah kondisi sulit saat ini, Agus Sarono (43), yang sehari-hari berjualan sayur di Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, kalap hingga nekat membacok seorang debt collector berinisial LS.

Ketika diwawancarai, pelaku Agus Sorono mengaku kesal kepada korban LS. Hal itu disebabkan ketika menagih terlalu keras hingga terlibat pertengkaran dengan istrinya.

“Tadinya ribut sama istri saya, saat itu saya tidak menjawab diam saja karena saya mengakui kesalahan saya. Tapi malah kasar sama istri saya,” tutur dia ditemui di Polrestro Bekasi Kota, Kamis (14/5/2020).

Hingga akhirnya Agus membela istrinya lalu terlibat cekcok. Korban juga terlihat mengambil bambu hendak melawannya.

“Disaat itu saya cekcok sama dia, dia berkata jangan sok preman, jangan sok jagoan di sini, saya bilang saya bukan preman saya bukan jagoan, ditusuk pun saya bisa mati. Dia (korban) bawa bambu, saya ambil itu (golok),” ungkap Agus sambil tertunduk.

Agus mengaku tak bisa membayar hutang karena sepi dari pembeli akibat pandemi corona atau Covid-19. Sehingga dagangan sayurnya kerap tersisa tak habis terjual.

“Masih jualan, cuman sepi aja. Iya pak (gara-gara Covid-19),” tandasnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko memaparkan kejadian penganiayaan oleh pelaku Agus terjadi di rumah kontrakannya di Jalan Lingkar Bambu RT 02 RW 03 Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, pada Senin (11/5) sekira pukul 17.30 WIB.

Ketika itu korban berinisal LS datang ke rumah kontrakan pelaku untuk menagih hutang sebesar Rp 150.000.

“Mungkin kondisi pelaku sedang tidak ada uang dan engga suka cara nagihnya kesal langsung lakukan penganiayaan,” kata Wijonarko, saat ungkap kasus di Mapolrestro Bekasi Kota, pada Kamis (14/5/2020).

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved