Jumat, 17 April 2026

Sepak Bola

Pesepak Bola Turki Tak Menyesal Bunuh Anaknya

Mantan bek Bursa Yildirimspor, Cevher Toktas, mengaku tak menyesal telah membunuh anaknya sendiri, Kasim.

Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
istimewa/Anadolu Agency
Ladang tulip terbesar sedunia di Istanbul, Turki. 

Mantan bek Bursa Yildirimspor, Cevher Toktas, mengaku tak menyesal telah membunuh anaknya sendiri, Kasim.

Berdasarkan ulasan The Sun.co.uk, Toktas mengaku telah membunuh anaknya sendiri dengan cara membekapnya dengan bantal di rumah sakit.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (istockphoto)

Pria berusia 32 tahun tersebut melaporkan dirinya sendiri 10 hari setelah pemakaman anaknya yang bernama Kasim Toktas.

Kejadian bermula ketika Toktas mengantar Kasim pergi ke rumah sakit pada 23 April 2020 karena mengalami demam dan sesak napas.

Pihak rumah sakit pun khawatir jika Kasim tertular COVID-19 dan Toktas yang membawanya juga ikut terpapar.

Alhasil, pihak rumah sakit pun mengarantina keduanya di tempat isolasi khusus pasien virus corona.

Akan tetapi, dua jam kemudian, Kasim meninggal dunia di rumah sakit dengan dugaan sesak napas akut. Rumah Sakit Anak-anak Dortcelik, Bursa, di Turki Barat Laut pun memastikan bahwa Kasim meninggal karena virus corona.

Pihak keluarga memakamkan Kasim pada hari berikutnya dan percaya bahwa anak bungsunya itu meninggal karena COVID-19.

Namun, 10 hari setelah pemakaman, Toktas pergi ke kantor polisi dan mengakui seluruh perbuatan kejamnya.

"Saya menekan bantal pada anak saya yang sedang berbaring terlentang. Selama 15 menit, saya menekan bantal tanpa mengangkatnya. Anak saya berusaha lepas selama waktu itu," ucapnya.

"Setelah dia berhenti bergerak, saya mengangkat bantal. Lalu, saya berteriak kepada dokter untuk membantu menghilangkan kecurigaan," lanjut Toktas.

Ketika ditanya motif pria asli Turki itu membunuh anaknya, dia hanya menjawab bahwa tidak suka pada anaknya yang berusia lima tahun itu.

Toktas bahkan mengaku sudah tidak menyukai anaknya itu sejak pertama kali Kasim lahir dan membantah bahwa dirinya memiliki gangguan mental.

"Saya tidak memiliki masalah mental," kata Toktas.

Kabarnya, Toktas akan segera dibawa ke persidangan dan diancam hukuman penjara seumur hidup.

Pihak aparat Turki juga akan melakukan investigasi dengan melakukan otopsi dan pengembangan kasus.

Toktas sendiri merupakan bek tengah yang berkarier di Liga Turki.

Toktas pernah bermain untuk Hacettepe Spor pada 2007 hingga 2009 dan kini bermain untuk Bursa Yildirim Spor.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved