Virus Corona Jabodetabek

Orang Lain Pernah Kontak Fisik dengan 24 Tahanan Rutan Pondok Bambu Virus Corona Ditelusuri

Puskesmas Kecamatan Duren Sawit dan Rutan Pondok Bambu menelusuri orang-orang yang pernah kontak fisik dengan 24 tahanan Rutan Pondok Bambu.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah warga ikut melakukan rapid test di Terowongan Kendal Menteng Jakarta Pusat yang digelar oleh BIN. Rabu (6/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT - Sebanyak 24 tahanan dan 2 petugas Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, menunjukkan reaktif dari hasil rapid test virus corona atau Covid-19.

Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Rita Wedya Astuti mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan dokter Rutan Pondok Bambu untuk memeriksa riwayat kontak fisik tahanan dan 2 petugas tersebut.

"Untuk riwayat, apa mereka pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 masih kita telusuri. Masih koordinasi dengan dokter Rutan," kata Rita saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Meski belum dinyatakan positif Covid-19 dari pemeriksaan swab, penelusuran ini wajib dilakukan untuk memastikan riwayat pasien.

Hasil Rapid Test Virus Corona, 24 Tahanan Rutan Pondok Bambu Positif Covid-19, Masuk Golongan OTG

UNPAD dan Industri Bioteknologi Jawa Barat Menciptakan Rapid Test Antigen Covid Berakurasi 80 Persen

Dalam kasus pasien positif Covid-19 pun penelusuran dilakukan untuk memastikan orang yang pernah kontak langsung negatif atau positif virus corona.

"Untuk spesimen swab tahanan dan petugas Rutan Pondok Bambu yang reaktif Covid-19 sudah dikirim ke laboratorium Labkesda dan BBTKLPP," ujarnya.

Rita menuturkan, hasil hasil uji spesimen diperkirakan makan waktu lebih dari 10 hari karena menunggua antrean di kedua laboratorium tersebut.

Mengingat tak semua rumah sakit memiliki mesin real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang digunakan untuk menguji spesimen swab.

Warga Kelurahan Pondok Betung Dapat Rapid Test Gratis dari BIN, Termasuk Zona Merah Covid-19

Rapid Test Massal di Kelurahan Kayu Manis Jakarta Timur, Sasar Pemukiman Padat Penduduk

Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Rika Aprianti‚Äč menuturkan, kondisi tahanan dan petugas yang hasil rapid test-nya reaktif tak menunjukkan gejala terjangkit Covid-19.

"Tidak ada gejala terjangkit Covid-19. Untuk memastikan positif Covid-19 harus dites PCR," tutur Rita.

Sebagai informasi, rapid test tak sepenuhnya akurat untuk mendeteksi seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak.

Namun, bukan berarti metode ini tak berguna untuk mendeteksi Covid-19, rumah sakit rujukan yang menangani pasien Covid-19 pun masih menggunakan cara ini.

BREAKING NEWS: Empat Warga Jakarta Timur Positif Covid-19 Berdasarkan Hasil Rapid Test

Hasil Pemeriksaan Rapid Test Terhadap 29 Pecandu oleh BNNK Jakut Hasilnya Negatif

Rapid test melihat jumlah antibodi dalam tubuh, ketika seseorang terifeksi virus maka tubuh secara otomatis membentuk antibodi melawan virus.

Agar hasilnya akurat dunia medis sepakat rapid test dilakukan dua kali, rapid test kedua berjarak 7-10 hari setelah tes pertama.

Tubuh butuh waktu membentuk antibodi, orang yang positif Covid-19 namun antibodinya belum terbentuk bisa jadi hasil rapid test-nya non reaktif. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved