Breaking News:

BPJS Kesehatan

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Begini Komentar Babe Haikal

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan,Babe Haikal: Jahad Banget, Bukannya Memudahkan Malah Menyusahkan. Astagfirullah

Editor: Dwi Rizki
twitter @haikal_hassan
Ustaz Haikal Hassan atau akrab disapa Babe Haikal menyambangi warga RT 11/12, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Babe Haikal Menegaskan kepada warga untuk menolak pemberian nasi anjing 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang ditetapkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu ditanggapi Ustaz Haikal Hassan.

Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu mengungkapkan pemerintah sangat jahat terhadap rakyat.

Sebab, rakyat yang kini trengah terpuruk karena virus corona justru semakin dibebani dengan iuran BPJS Kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Babe Haikal lewat akun instagramnya @haikalbabe; pada Kamis (14/5/20201).

Dalam postingannya, Babe haikal mengaku bingung dengan jalan pikiran pemerintah saat ini.

"Jahad banget, kok bisa naikin di saat pandemi. Bukannya memudahkan, malah menyusahkan. Astagfirullah," ungkap Babe Haikal.

"Kok bisa ya, mikirnya gimana sih?," tambahnya.

Babe Haikal pun mengingatkan pemerintah untuk tetap meperhatikan nasib rakyat.

Sehingga kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah tidak melulu soal uang.

Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Fadli Zon : Rakyat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Lalu Dilindas Mobil

"Rakyat itu harusnya diayomi, dilindungi dan diurus. Bukan malah dipalak dan disuruh ngurus diri sendiri. Setuju gak?," ungkap Babe Haikal.

"Mikirnya jangan cuma pulus aja lah, pikirin rakyat," tambahnya.

Galau Lihat Bandara Soekarno Hatta Penuh Penumpang, Hotman Paris : Aturan Mana yang Benar?

Tidak hanya semata soal kenaikan iuran BPJS kesehatan, Babe Haikal juga menyoroti beragam fenomena imbas wabah virus corona.

Antara lain, kenaikan tarif listrik, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pemotongan gaji serta penundaan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh.

Hotman Paris Bagi Kiat Sukses Panjang Umur, Rutin Melakukan Ini Bisa Terlihat Lebih Muda 20-30 Tahun

Selain itu, kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak memihak kepada rakyat adalah penetapan harga BAhan abakar Minyak (BBM).

Sebab, seiring dengan merosotnya harga minyak duia, harga BBM di Nusantara menurutnya harus ikut murah.

"Listrik naik, iuran BPJS naik, PHK dan pemangkasan gaji terjadi di mana-mana," ungkap Babe Haikal.

"Anehnya, di saat BBM turun di negara lain, di sini (Indonesia) tetap. sadis gak sih?," tanyanya menegaskan.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Terlindas Mobil 

Bukan Hanya Babe Haikal, kenaikan iuran BPJS Kesehatan juga ditanggapi Fadli Zon

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut kebijakan Jokowi-sapaan Joko Widodo; sangat memberatkan rakyat. 

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon lewat akun twitternya @FadliZon pada Kamis (14/5/2020). 

Dalam postingannya, Fadli Zon bahkan menganalogikan kesengsaraan rakyat dengan peribahasa kesialan bertubi-tubi. 

Namun, tidak hanya jatuh tertimpa tangga, nasib rakyat semakin sengsara layaknya terlindas mobil.

"P @jokowi , kenaikan iuran BPJS di tengah pandemi n stlh ada keputusan MA menurunkannya, benar2 absurd," tulis Fadli Zon

"Rakyat sdh jatuh tertimpa tangga lalu spt dilindas mobil," tambahnya. 

Kebijakan Jokowi yang terus berubah selama tahun 2019 itu pun diungkapkan Fadli Zon sangat aneh dan bertentangan dengan kewajaran. 

Sebab, ekonomi rakyat kini tengah tertekan imbas merebaknya virus corona. 

Sementara, iuran BPJS Kesehatan yang menjadikannya andalan rakyat ekonomi lemah untuk mengakses layanan Kesehatan justru semakin mahal. 

"Selain bertentangan dg akal sehat, resep ini makin miskinkan rakyat," ungkap Fadli Zon

"Kesengsaraan rakyat tambah meroket. Batalkanlah!," tegasnya. 

Rachland Nashidik Sindir Jokowi

Keputusan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang kembali menaikan iuran BPJS Kesehatan ditanggapi banyak pihak.

Tidak terkecuali pihak oposisi pemerintah.

Satu di antaranya Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik.

Lewat akun twitternya, @RachlanNashidik; pada Rabu (13/5/2020), Rachland nashidik menyebut kenaikan iuran BPJS Kesehatan hanya merujuk kepuasan Jokowi semata, bukan kepentingan rakyat.

Dirinya pun mempertanyakan tentang kebijakan Jokowi yang terus berubah.

"Suka suka Bapak sajalah. Besok harga diri mau diturunkan lagi tidak, Pak?," tulis Rachland Nashidik. 

Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik

Sempat tertunda dan dikabarkan tidak terlaksana, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan.

Dikutip dari Kompas.com, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut diambil di tengah pandemi virus corona.

Kenaikan ini tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Beleid tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (5/5/2020) lalu.

Kenaikan mulai berlaku pada 1 Juli 2020 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan alasan di balik kenaikan iuran tersebut.

Menurut dia, kenaikan iuran dilakukan untuk menjaga keberlanjutan dari program Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) BPJS Kesehatan.

"Terkait BPJS Sesuai dengan apa yang sudah diterbitkan, tentunya ini untuk menjaga keberlanjutan BPJS Kesehatan," ujar Airlangga dalam konferensi video di Jakarta pada Rabu (13/5/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, meski ada kenaikan namun untuk peserta mandiri BPJS kelas III, besaran kenaikan iurannya tahun ini masih disubsidi oleh pemerintah.

Di dalam beleid tersebut dijelaskan, iuran peserta mandiri Kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

"Ada iuran yang disubsidi pemerintah, yang lain diharap bisa menjalankan keberlanjutan operasi BPJS Kesehatan," jelas Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar itu pun menjelaskan, kepesertaan BPJS Kesehatan pada dasarnya terbagi atas dua golongan, yaitu gilongan masyarakat yang iurannya disubsidi pemerintah dan kelompok masyarakat yang membayar penuh iurannya.

Menurut dia, agar operasional BPJS tetap berjalan lancar, pemerintah perlu terjun langsung dengan memberikan subsidi iuran kepada kelompok masyarakat tertentu.

Adapun berikut rincian tarif iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020:

  • Iuran peserta mandiri Kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000.
  • Iuran peserta mandiri Kelas II meningkat menjadi Rp 100.000, dari saat ini sebesar Rp 51.000.
  • Iuran peserta mandiri Kelas III juga naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

Kendati demikian, pada 2021 mendatang subsidi yang dibayarkan pemerintah berkurang menjadi Rp 7000, sehingga yang harus dibayarkan peserta adalah Rp 35.000.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved