PSBB Jabodetabek

Lanjutan PSBB Tahap 3, Wali Kota Depok Tugaskan Kepala Dinas Dampingi Kampung Siaga

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengeluarkan kebijakan baru terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap 3, Rabu (13/5/2020).

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memberi keterangan kepada wartawan seusai meresmikan pemberlakuan PSBB di Kota Depok, Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Depok, Selasa (14/4/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengeluarkan kebijakan baru terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tahap 3, Rabu (13/5/2020).

Untuk menanggulangi kasus Covid-19 di Depok, Idris akan  menugaskan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung di seluruh kecamatan sebagai Tim Pengawas Kecamatan dan para struktural lainnya sebagai Tim Pengawas Kelurahan.

Mereka melakukan pedampingan secara proaktif terhadap Kampung Siaga Covid-19 sebagai basis wilayah pencegahan dan penanganan.

"Tugasnya, bersama-sama camat dan lurah melakukan pendampingan Kampung Siaga, pemantauan kasus, penyisiran isolasi mandiri, pengawasan logistik dan JPS, dan tugas-tugas teknis lainnya," kata Idris dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2020).

Mudik Lokal Jabodetabek, Berikut Aturan Bawa Penumpang saat PSBB

Mengira Kasusnya Dihentikan, Buronan 6 Tahun karena Bunuh Perangkat Desa ini, Ditangkap Setelah PHK

Detik-detik Mengerikan Bocah SD Tenggelam ke Sungai Usai Tergelincir dari Pipa PDAM Tangerang

Selain Kampung Siaga Covid-19, Idris mengatakan pihaknya juga akan melakukan screening melalui rapid test secara masif di pasar-pasar, stasiun, check point.

"Dan di lima wilayah kelurahan tertinggi zona merah, tempat ibadah, serta kerumunan yang kesemuanya ditargetkan mencapai 5.000 orang (yang ikut rapid test)," ujarmya.

"Kami sudah menyediakan layanan isolasi di Rumah Sakit, khususnya bagi kasus konfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri di rumah, silahkan berkoordinasi dengan Tim Pemantau dan Puskesmas setempat untuk segera digunakan," paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi memerpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga.

Hal tersebut setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merestui permohonan Pemkot Depok untuk melanjutkan kembali PSBB tahap kedua yang habis masanya pada 12 Mei 2020.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.263-Hukham/2020 tanggal 12 Mei 2020 Tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Surat keputusan tersebut berlaku di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dalam rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

PSBB Bodebek Diperpanjang, Ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi Para Pekerja Bila Tak Bisa WFH

Ombudsman Dorong DKI Jadikan Pergub Nomor 41 Tahun 2020 Sebagai Perda, Ini Alasannya

Kapolres Jakbar Minta Para Tahanan Tenang dan Berdoa Agar Wabah Covid-19 Berakhir


Kemudian dikuatkan dengan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/206/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tanggal 12 Mei 2020 tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Covid-19.

"Diputuskan perpanjangan kedua PSBB di Kota Depok mulai tanggal 13 Mei sampai 26 Mei 2020," tutur Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (12/5/2020) malam.

Ini merupakan PSBB tahap ketiga atau perpanjangan untuk kedua kalinya setelah PSBB pertama kali diberlakukan pada 15 April lalu.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dodi Hasanuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved