Virus Corona Jabodetabek

Dari Ribuan, Baru 21 Warga Binaan Rutan Salemba Jalani Rapid Test, Ini Penyebabnya

Kepala Lapas Salemba Kelas IIA Kadiyono sebut dari ribuan, baru 21 tahanan warga binaan Lapas Salemba jalani rapid test.

shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi rapid test 

WARTAKOTALIVE.COM, SALEMBA - Dari ribuan, baru 21 warga binaan Lapas Salemba jalani rapid test.

Diketahui, keterbatasan alat rapid test jadi penyebab pihak Lapas Salemba Jakarta kesulitan lakukan rapid test.

Mengenai, alat rapid test terbatas di Lapas Salemba, dibenarkan oleh Kepala Lapas Salemba Kelas IIA Kadiyono.

Ia mengatakan jika dari ribuan penghuni Lapas Salemba, baru 21 warga binaan jalani rapid test.

Hasil Rapid Test Virus Corona, 24 Tahanan Rutan Pondok Bambu Positif Covid-19, Masuk Golongan OTG

Ikut Perangi Covid-19, Warga Binaan Lapas Khusus Gunung Sindur Produksi Masker Berbahan Kain

ASIMILASI Covid-19, 133 Warga Binaan di Lapas Cikarang Bekasi Dibebaskan

Selain itu dari 21 warga binaan Lapas Salemba jalani rapid test, hanya mereka yang mempunyai penyakit bawaan (Komorbid), untuk dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan terpapar tidaknya puluhan warga binaan Lapas Salemba oleh penyakit virus corona.

"Memang baru 21 orang yang dilakukan rapied test, merekq dengan syarat memiliki riwayat pengobatan atau punya penyakit bawaan, karena kan yang punya penyakit bawaan ini rentan," kata Kadiyono, Rabu (13/5/2020).

Kadiyono mengakui bahwa rapid test yang sudah dilakukan dalam dua gelombang masih kurang.

Ia berharap secara bertahap dapat memeriksa seluruh penghuni Lapas Salemba Kelas IIA itu.

Halaman
1234
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved