Bulan Suci Ramadan

Suka Makan Gorengan Berlebih saat Buka Puasa Ramadan? Ini Efeknya untuk Kulit dan Tumor Otak

Salah satu hidangan buka puasa yang sangat menggoda selera adalah gorengan, apalagi dalam kondisi hangat atau bahkan panas, fresh the oven istilahnya.

Kompas.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi. Bagi Anda penyuka makanan yang digoreng, apalagi saat berbuka puasa namun berlebihan mengonsumsinya, siap-siap mengalami masalah pada kulit dan yang terburuk kanker. 

1. Produk Daging Olahan

Makanan olahan sosis
Makanan olahan sosis (istimewa)

Produk daging olahan seperti sosis, nugget, bacon, dan sejenisnya menggunakan bahan pengawet agar tampak segar dan menarik. 

Bahan inilah yang berpotensi menimbulkan kanker. Lebih baik pilih produk daging dan olahannya yang tidak diawetkan.

2. Popcorn Instan

Ilustrasi popcorn instan
Ilustrasi popcorn instan (net)

Popcorn memang menjadi camilan yang tepat saat menonton film. Meski begitu, kantong popcorn instan ternyata dilapisi dengan bahan kimia.

Pasalnya asam perfluorooctanoic (PFOA) dalam lapisan kantong popcorn mengandung zat karsinogen yang menjadi pemicu tumor.

Bahan kimia diacetyl yang digunakan dalam popcorn juga bisa menyebabkan kerusakan paru-paru dan kanker.

3. Minuman Berkarbonasi

Segelas minuman soda tampak menyegarkan
Segelas minuman soda tampak menyegarkan (THINKSTOCK)

Bahan kimia dalam minuman bersoda, 4-methylimidazole (4-MI), dianggap sebagai penyebab kanker.

Selain pengawet, minuman berkarbonasi juga cenderung tinggi gula dan pewarna sehingga meningkatkan tingkat keasaman tubuh dan menyuburkan sel-sel kanker.

4. Makanan dan Minuman Diet

Pemanis buatan
Pemanis buatan (kompasiana)

Makanan dan minuman diet, termasuk soda diet, dianggap memiliki dampak yang lebih buruk dari minuman berkarbonasi atau berpengawet lainnya.

Misalnya pemanis buatan aspartame yang bisa menyebabkan cacat lahir dan kanker.

Sucralose, sakarin, dan berbagai pemanis buatan lainnya juga meningkatkan risiko kanker.

5. Gula Halus

Gula halus yang terdapat dalam kue, jus, saus, sereal, dan banyak makanan instan lainnya cenderung cepat meningkatkan kadar insulin dan membantu pertumbuhan sel kanker.

Pemanis kaya fruktosa seperti sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) juga bersifat ofensif, sehingga sel-sel kanker dapat dengan cepat berkembang biak.

6. Alkohol

Alkohol.
Alkohol. (unsplash.com)

Faktor risiko penyakit kanker lainnya adalah makanan dan minuman yang mengandung alkohol tinggi.

Maka itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung alkohol seperti tape dan bir.

7. Makanan yang Digoreng

Sala Lauak Gorengan Khas Pariaman yang Legendaris
Sala Lauak Gorengan Khas Pariaman yang Legendaris (TribunPadang.com/NadiaNazar)

Makanan yang digoreng meningkatkan kadar lemak berkali lipat, berasal dari lemak yang terkandung dalam minyak.

Makanan yang dibakar juga sebaiknya dibatasi karena mengandung karsinogen.

Risiko Glioblastoma

Tumor glioblastoma seringkali ganas atau maligna.

Terdapat 4 stadium tumor, artinya kanker ini dapat berkembang cepat dan menyebar dengan cepat.

Tumor glioblastoma membuat suplai darahnya sendiri, untuk membantu jaringan-jaringan tumor bertumbuh. Mudah bagi jaringan kanker untuk menginvasi jaringan otak yang sehat.

Pengobatan:

Glioblastoma mungkin sulit untuk diobati karena beberapa sel mungkin merespon dengan baik terhadap terapi tertentu, sementara yang lain mungkin tidak terpengaruh sama sekali.

Karena itu, rencana perawatan untuk glioblastoma dapat menggabungkan beberapa pendekatan.

Langkah pertama dalam merawat glioblastoma adalah prosedur bedah untuk membuat diagnosis, untuk mengurangi tekanan pada otak, dan untuk menghilangkan tumor sebanyak mungkin dengan aman.

 Setelah Operasi Tumor di Bokong, Kondisi Saroh Membaik

Glioblastoma adalah difus dan memiliki tentakel seperti jari yang menyusup ke otak, yang membuatnya sangat sulit untuk dihilangkan sepenuhnya.

Ini terutama ketika tumor tumbuh di dekat daerah penting otak yang mengontrol fungsi seperti bahasa dan gerakan / koordinasi.

Radiasi dan kemoterapi digunakan untuk memperlambat pertumbuhan tumor residual setelah operasi dan untuk tumor yang tidak dapat dihilangkan dengan operasi.

Perawatan tambahan seperti inhibitor angiogenesis dapat digunakan untuk tumor yang berulang atau yang tidak responsif sebagai agen lini kedua.

Tumor Treating Fields (TTFields) mungkin juga ditawarkan terutama untuk tumor yang berulang pada orang dewasa.

Sekitar 1 dari 5 tumor yang dimulai di otak adalah glioblastoma. Laki-laki cenderung lebih banyak daripada perempuan.

Kesempatan untuk mendapatkan kanker lebih besar seiring berjalannya usia.  (Antaranews/Dian Anditya Mutiara)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved