Bulu Tangkis

Raih Medali Emas di Olimpiade Athena, Taufik Hidayat Tak Ingin Anaknya Jadi Atlet, Ini Alasannya

Mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat (38) ternyata tidak ingin anaknya mengikuti jejaknya menjadi atlet bulu tangkis, mengapa?

KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Eks atlet bulu tangkis Taufik Hidayat setelah diperiksa KPK terkait statusnya sebagai Staf Khusus Menpora dan Wakil Kasatlak Prima, Kamis (1/8/2019). Taufik Hidayat tak ingin anak-anaknya mengikuti jejaknya sebagai atlet bulu tangkis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat (38) baru-baru ini bercerita tentang pengalamannya di dunia politik setelah pensiun dari dunia olahraga, hingga keputusannya melarang putranya untuk mengikuti jejaknya sebagai atlet.

Kisah tersebut ia sampaikan saat melakukan rekaman podcast bersama presenter Deddy Corbuzier yang ditayangkan di saluran Youtubenya.

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu mengisahkan kesulitan yang ia hadapi dalam prosesnya menuju bintang bulu tangkis internasional.

Pria asal Bandung ini mengakui bahwa sebelum menjadi atlet papan atas, ia harus melalui persaingan yang sangat ketat di level bawah dan menengah.

Baginya, untuk bisa keluar dari zona tersebut hingga akhirnya mendulang kesuksesan merupakan proses yang berat.

 Kenapa Presiden Jokowi Tak Pasang Ucapan Duka Cita Wafatnya Jenderal Djoko Santoso, kata Fadli Zon

 BREAKING NEWS Polisi Tangkap Ferdian Paleka, Youtuber Prank Sembako Isi Sampah ke Waria

 Ini Wajah Memelas Ferdian Paleka Ditangkap Polisi saat akan Kabur di Tol Tangerang-Merak

 Ini Cerita Tentang Saputri, Istri Pertama Didi Kempot, Pernah Jadi Buruh di Tangerang Biayai Suami

Karena pengalamannya itu juga, ia pun ogah mengarahkan anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya sebagai atlet.

"Menjadi atlet bukan hal yang salah," katanya.

Namun jika melihat anaknya harus bersaing dengan ribuan atlet muda lain tapi hasilnya tak sesuai harapan, kata Taufik Hidayat, maka itu menjadi alasan mengapa ia tak ingin keturunannya mengikuti jejaknya.

Akan lebih baik baginya jika mengarahkan putra-putrinya pada jalur pendidikan dan mencari cita-cita lain yang menurut Taufik punya kepastian masa depan yang lebih besar, katanya.

Sementara keputusan Taufik untuk beralih ke politik, setelah memutuskan gantung raket pada 2013 saat usianya 32 tahun, berangkat dari impiannya untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi perkembangan olahraga nasional.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved