Komisi X DPR Pertanyakan Anggaran APD Buat Atlet Rp 39,8 Miliar, Atlet Lebih Butuh Asupan

Komisi X DPR mempertanyakan anggaran kegiatan dukungan alat pelindung diri (APD) bagi atlet senilai Rp 39,8 miliar yang diajukan Kemenpora.

Tribunnews/Abdul Majid
Menpora Zainudin Amali saat melakukan konferensi pers virtual dengan wartawan, Selasa (7/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali melakukan rapat virtual dengan anggota Komisi X DPR RI yang membahas tentang realokasi anggaran terkait pandemi Covid-19 pada APBN TA 2020, Senin (11/5/2020).

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi X DPR, Abdul Hakim Bafagih sempat mempertanyakan tujuan  refocusing kegiatan dengan nilai Rp 39,8 miliar untuk dukungan alat pelindung diri (APD) bagi atlet serta pelatih yang masih melakukan olahraga mandiri di rumah, stakeholder olahraga dan kelompok suporter.

“Menurut kami atlet dan pelatih yang melakukan latihan mandiri di rumah lebih membutuhkan dukungan asupan, untuk menjaga stamina dan perangkat pendukung untuk menjaga kebugaran dan peformanya, bukan APD,” kata Abdul Hakim Bafagih.

Taufik Sebut Setengah Gedung Kemenpora Dihuni Tikus-Tikus, Siapa Pun Menterinya Takkan Berkutik

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali pun meluruskan.

aksud APD dalam dukungan APD yakni alat-alat kesehatan yang diperlukan oleh atlet selama menjalani latihan mandiri.

“Saya jelaskan, jadi yang dimaksud APD itu adalah alat-alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer kemudian vitamin dan lain sebagainya. Jadi yang dimkasud bukan APD seperti pakaian robot untuk tim medis, Pak Hakim,” kata Menpora.

Pelanggaran PSBB di Jadetabek Mencapai 53.590 Kasus

Nantinya, bantuan tersebut akan diberikan hingga atlet-atlet daerah melalui KONI daerah atau cabang olahraga.

Namu, hingga kini Kemenpora masih memikir pengadaannya. Ia berharap bantuan tersebut bisa terealiasai di periode Mei-Agustus 2020. 

Soal pengadaan ini, Menpora juga benar-benar memperhitungkan agar tak ada yang ‘bermain-main ‘ dalam prosesnya.

“Ini distribusinya sampai ke daerah-daerah, ke KONI Daerah yaitu induk atau cabang olahraga,” kata Menpora.

“Kami sekarang agak kesulitan pengadaannya kalapun ini diadakan oleh berbagai satker kami berkeinginan ini seragam. Jadi jangan keluar nanti dari kedeputian pemuda beda kemudian olahraga beda ya itu yang jadi kesulitan bagi kami. Mudah-mudahan akan segera terealisasi Mei ini, jadi jadwlanya Mei-Agustus,”

“Ini tidak mudah tapi kami harus hati-hati betul dengan peratruan-peraturan, misalnya kalau sejuta masker itu harus tender dan bisa dibayangkan bagaimana pengadaannya. Jadi kami bisa sangat memperhitungkan,” jelasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved