Asian Games

Kemenpora Berupaya Urus Barang-Barang Eks Asian Games 2018 yang Tertahan di Bea Cukai

Tertahannya barang-barang eks Asian Games 2018 di Bea Cukai juga jadi catatan hitam dari suksesnya penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia tersebut.

Tribunnews/Abdul Majid
Menpora Zainudin Amali saat melakukan konferensi pers virtual dengan wartawan, Selasa (7/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selain mandeknya honor sebagian panitia Asian Games 2018, tertahannya barang-barang eks Asian Games di Bea Cukai juga jadi catatan hitam dari suksesnya penyelenggaraan pesta olahraga se-Asia tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan tertahannya barang-barang tersebut di bea cukai lantaran adanya kewajiban yang belum diselesaikan oleh vendor.

Curhat Via Vallen yang Pernah Menangis Karena Tidak Bisa Tampil di Closing Ceremony Asian Games 2018

“Satu lagi, ada barang-barang kita eks Asian Games yang sekarang ditahan di Bea Cukai. Mereka juga tidak bisa mengeluarkan karena ada kewajiban-kewajiban dari vendor yang ketika itu belum dipenuhi,” kata Menpora dalam rapat virtual dengan anggota Komisi X DPR RI, Senin (11/5/2020).

“Jadi memang sejak awal barang-barang itu tidak diperbolehkan untuk keluar tapi pemintaan panitia Asian Games saat itu diizinkan digunakan tapi setelah digunakan, barang-barang itu dikembalikan lagi di gudang BEA Cukai,” sambungnya.

Menpora pun kini berusaha untuk bisa mengluarkan barang-barang tersebut dengan mengirim surat ke Kemenko PMK.

Kawal Atlet Terobos Macet Saat Asian Games 2018, Jadi Hal Berkesan Kombes Yusuf Saat Jabat Dirlantas

Menurutnya jika barang-barang itu masih layak nantinya bisa digunakan untuk Pekan Olahraga Nasioan (PON) Papua yang diadakan tahun depan.

“Dau hal itu sudah saya kirim surat ke Menpora PMK. Tadinya saya beprikir barang-barang yang tertahan eks Asian Games bisa kita gunakan untuk PON Papua, daripada kita harus membeli tapi kita akan lihat kondisi barangnya seperti apa,” jelas Menpora.

“Saya khawatir makin lama itu ada di Bea Cukai barangnya bisa rusak tidak bisa digunakan cabor-cabor dan membebenai gudang di sana,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved