Larangan Mudik

Asih Ngotot Mudik Naik KRL karena Dagangan Tak Laku Lagi di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat

Asih mengalami kesulitan ekonomi saat pandemi virus corona. Dagangan pakaiannya tak laku, jadi dia ingin mudik ke Rangkasbitung.

Warta Kota/Andika Panduwinata
Calon penumpang di Stasiun Palmerah yang ingin mudik ke Rangkasbitung, Banten, Selasa (12/5/2020). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Asih (27) tampak sibuk mengemas barang-barang bawaannya di Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Saat itu, dia hendak pulang ke kampung halamannya, Rangkasbitung, Lebak, Banten.

Asih didampingi saudara laki-lakinya untuk naik Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Palmerah.

Dia ngotot ingin mudik meskipun pemerintah mengeluarkan larangan mudik untuk masyarakat.

Ada 30 Orang Pemudik Ditolak Berangkat Naik Bus AKAP di Terminal Terpadu Pulo Gebang

Ini Dia 228 Unit Kendaraan yang Selundupkan Pemudik Dikandangkan Polisi, akan Disemprot Disinfektan

Larangan mudik Lebaran diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Saya mau mudik ke Rangkasbitung," ujar perempuan yang mengenakan kaos lengan panjang pink saat dijumpai Wartakotalive.com  di Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Wanita berusia 27 tahun itu menjinjing tiga kardus dan menggendong tas ransel.

"Cuma bawa baju-baju aja," ucapnya ketika ditanya apa saja yang dibawanya.

Dia mengatakan, alasannya nekat pulang kampung karena sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Posko Larangan Mudik Lebaran di Tol Tangerang-Merak Mulai Beroperasi Selasa 12 Mei 2020

Sudah 16.404 Kendaraan Diputar Balik Polda Metro, Terkait Larangan Mudik

"Saya dagang di Tanah Abang. Sekarang kan tutup, sudah enggak punya uang lagi. Siasatinya pinjam sana pinjam sini," kata Asih terdengar lirih.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved