Pembunuhan

TERUNGKAP Motif Kasus Pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, Berawal Anak Pelaku Dirudapaksa Korban

Polres Metro Bekasi Kota ungkap kasus pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Panji Baskhara
Warta Kota/Muhammad Azzam
Pihak Polres Metro Bekasi Kota ungkap kasus pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (11/5/2020). Motif Andiyanto (60) membunuh tetangganya sendiri menggunakan linggis lantaran mendapat kabar anaknya dirudapaksa. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polres Metro Bekasi Kota ungkap kasus pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat.

Diketahui, identitas pelaku pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, bernama Andiyanto (60).

Aksi Andiyanto tersebut dengan cara membunuh tetangga sendiri menggunakan linggis.

Kasus ini dijelaskan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko.

FAKTA BARU: 2 Pelaku Pembunuhan Elvina Ternyata Mantan Napi yang Baru Dibebaskan Program Asimilasi

Update: Kasus Pembunuhan Elvina Terungkap, Karena Cinta Ditolak, Ibu Pelaku Ikut Terseret Jadi TSK

Misteri Pembunuhan Elvina di Medan, Pra Rekonstruksi Usai, Tersangka Belum Ditetapkan, Ada Apa?

Ia mengatakan kasus pembunuhan itu berawal ketika pelaku mendapatkan kabar anaknya dirudapaksa.

Pelaku tanpa melakukan konfirmasi, pada Minggu (10/5/2020) pukul 21.00 WIB langsung mendatangi rumah kontrakan korban.

Lokasi rumah korban tidak jauh dari kediamannya di Kampung Rawa Bebek RT 04 RW 15, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

"Di sana pelaku langsung habisi nyawa korban hingga tewas, dua orang meninggal itu orangtua yang diduga anaknya lakukan pemerkosaan ke anak pelaku," ujar Wijonarko saat di Polres Metro Bekasi Kota, pada Senin (11/5/2020).

Pelaku menghantam berkali-kali korban berinisal SR dan SA menggunakan linggis.

Keduanya yang dalam kondisi luka parah langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi.

"Dua korban itu meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD"

"Beberapa kali dihantam linggis, alami luka robek, memar dan patah tulang pada bagian kepala," ungkap dia.

Pihak Polres Metro Bekasi Kota ungkap kasus pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (11/5/2020). Motif Andiyanto (60) membunuh tetangganya sendiri menggunakan linggis lantaran mendapat kabar anaknya dirudapaksa.
Pihak Polres Metro Bekasi Kota ungkap kasus pembunuhan di Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (11/5/2020). Motif Andiyanto (60) membunuh tetangganya sendiri menggunakan linggis lantaran mendapat kabar anaknya dirudapaksa. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Adapun kronlogis pembunuhannya, pelaku mendatangi rumah kontrakan korban di lantai dua.

Pelaku lebih dahulu mematikan saklar listriknya.

Lalu masuk ke kontrakan dan menghantam beberapa kali kedua korban menggunakan linggis.

"Tidak ada perlawanan karena kedua korban sedang tertidur. Saklar lampu juga dimatikan pelaku," tutur dia.

Terkait kebenaran anaknya diperkosa anak korban, kepolisian masih mendalaminya.

Meski demikian, kata Wijonarko, tindakan yang dilakukan pelaku tidak dapat dibenarkan.

Seharusnya pelaku bisa melaporkan perihal pemerkosaan anaknya itu ke pihak kepolisian.

"Dari hasil pemeriksaan sementara kita akan klarifikasi kepada anaknya"

"Ya karena kan anaknya tidak tinggal di situ, benar atau tidak hal itu, dan proses tetap berjalan," imbuh dia.

Pelaku juga diduga telah merencanakan aksi pembuhuhan tersebut.

Pembunuhan dengan cara mempersiapkan linggis dan mematikan saklar.

"Ini pembuhuhan berencana, memang pada saat dia sebelum kejadian sudah mempersiapkan akan membunuh keluarganya termasuk anaknya itu"

"Cuma karena yang ada hanya orangtua si anak engga ada," kata dia.

Pelaku ditangkap tak lama usai membunuh kedua korban tersebut.

Tersangka ditangkap di rumah kontrakannya oleh warga bersama kepolisian.

Sementara pelaku mengaku menyesal atas perbuatannya.

Ia mengaku kesal atas kabar anak perempuannya diperkosa.

"Saya kesal aja, anak diperkosa. Dia sudah sering begitu lakukan begitu anak korban"

"Korban (yang suami) juga sama kelakuannya," singkat pelaku pembunuhan Andiyanto.

Atas tindakan itu pelaku dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

Tersangka diancam hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara.

Pria Ini Nekat Bunuh Temannya Sendiri dengan Alasan Utang Piutang Sebesar Rp 1,2 Juta

Seorang pria di Bekasi, Jawa Barat nekat membunuh temannya sendiri karena hutangnya tak kunjung dibayar.

Korban diketahui bernama Joko (22) dibunuh pelaku disebuah rawa daerah Kawasan Industri MM 2100, Jalan Aru Kampung Kamurang, Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Dwi Prasetya mengatakan peristiwa pembunuhan sekira pukul Sabtu 18 (18/4/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

"Baru diketahui dan ditemukan jasasnya malam hari," ujar Dwi, pada Minggu (19/4/2020).

Dwi menerangkan korban bernama Joko (22) dibunuh oleh temannya sendiri berinisial FA (21) karena persoalan hutang.

Korban mempunyai hutang kepada pelaku sebesar Rp 1.200.000, korban sempat berjanji mau mengadaikan motornya untuk membayarkan hutang.

Akan tetapi, uang hasil gadai motor tidak di bayarkan ke pelaku.

Kemudian korban mengajak pelaku bertemu temannya yang tengah mancing di rawa pinggir Kali.

"Jadi korban ajak pelaku ke temannya, dengan alasan jika korban memiliki uang yang ada di temannya untuk melunasi hutang pelaku," kata Dwi.

Setiba di lokasi, ternyata teman korban tidak ada. Merasa dibohongi dan kesal hutangnya tak kunjung dibayar.

Pelaku langsung memukul korban dengan batu yang ada disekitar lokasi.

"Batu dihantam ke bagian kepala atas telinga kanan korban hingga terjatuh"

"Pas jatuh juga pelaku masih pukuli korban pajai tangan kosong sampai korban tak sadarkan diri," ungkap Dwi.

Setelah itu pelaku meninggalkan korban dengan mengendarai sepeda motor milik korban.

"Tak lama dari situ, langsung kita selidiki dan tangkap pelaku di rumah kontrakannya," paparnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (MAZ/Wartakotalive.com)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved