Breaking News:

Virus Corona

PM Boris Johnson Izinkan Warga Inggris Bekerja Lagi, Imbau Naik Sepeda atau Jalan Kaki

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan karyawan yang kembali bekerja untuk tetap menjaga jarak aman dengan menghindari transportasi umum.

Mario Pitrangeli/backgrid/daily mail
Suasana sore yang ramai di Battersea Park, London sehari setelah diberlakukan Lockdown 

WARTAKOTALIVE.COM -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada karyawan yang kembali bekerja untuk tetap menjaga jarak aman dengan menghindari transportasi umum.

Dirinya mengibau bagi yang mau bepergian sebaiknyadengan berjalan kaki atau bersepeda.

Perdana Menteri pada Minggu (10/5/2020) malam telah memberikan lampu hijau kepada warga Inggris yang tidak dapat bekerja dari rumah untuk mulai kembali ke kantor pada hari Senin (11/5/2020)

Syaratnya mereka harus bisa menjaga jarak dan sebaiknya menghindari transportasi publik.

 "Kami ingin tetap aman bagi Anda yang harus bekerja di luar rumah. Jadi, Anda harus menghindari transportasi umum jika memungkinkan - karena kita harus tetap menjaga jarak sosial, dan karenanya transportasi umum akan kita batasi, " kata Boris.

UPDATE Inggris Lampaui Italia dalam Jumlah Kematian karena Covid-19, Tertinggi di Eropa

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson positif Virus Corona
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson positif Virus Corona (ANDREW PARSONS / 10 DOWNING STREET / AFP)

Sebaliknya, PM mendorong orang untuk bepergian dengan sepeda atau berjalan kaki - atau memakai kendaraan pribadi jika ini tidak memungkinkan.

Sekretaris bisnis bayangan Buruh Ed Miliband mempertanyakan: 'Perdana Menteri mengatakan ingin pekerja menghindari transportasi umum dan menggunakan mobil, sepeda atau berjalan kaki ke tempat kerja tetapi tidak menjelaskan caranya. Bagaimana jika tidak ada pilihan yang layak? '

Johnson memperingatkan bahwa warga Inggris harus menemukan cara baru untuk mulai bekerja karena kapasitas transportasi umum akan dikurangi.

Hal ini sudah dilaksanakan seperti Indonesia yang sudah mengatur jarak di transportasi umum.

Tindakan jarak sosial yang ketat akan memangkas kapasitas penumpang hingga 90 persen.

Halaman
1234
Penulis: Dian Anditya Mutiara
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved