Kecelakaan

Kisah Brigadir Heri Ompusunggu, Tebus Biaya Korban Kecelakaan karena Keluarganya Tak Mampu

Brigadir Polisi Heri Ompusunggu tak menyangka akan berhadapan dengan korban kecelakaan yang menggenaskan.Ia terpanggil membantunya

istimewa/tribun medan
Petugas kepolisian dari Samosir menyaksikan jenazah korban kecelakaan, Alparet Sihombing saat akan dibawa keluarga dari RSUD Sidikalang. Jenazah meninggal dunia setelah 4 hari dirawat dan akan dibawa ke Kabupaten Tapanuli Utara. 

WARTAKOTALIVE,COM, JAKARTA -- Brigadir Polisi Heri Ompusunggu tak menyangka akan berhadapan dengan korban kecelakaan yang menggenaskan.

Yakni korban kecelakaan dari keluarga tak mampu yang tak bisa bayar biaya perawatan, termasuk membawa jenazah keluarganya.

Tanpa pikir panjang, saat itu juga Brigadir Heri langsung menebusnya.

Kisah getir pilu ini dialami keluarga almarhum Alparet Sihombing (56), warga Samosir, Sumatera Utara, yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Kisah Inspiratif Anak Tukang Becak, Raih Gelar Doktor pada Usia 27 Tahun dengan IPK Sempurna 4.00

KISAH Pasien 01 Menang Lawan Covid-19 di Tengah Teror Media dan Medsos, Kuncinya Berpikir Positif

Istri dan anak Alparet Sihombing cuma bisa meratapi korban lakalantas itu di ruang jenazah RSUD Sidikalang, Dairi.

Alih-alih membawa jenazah Alparet dengan ambulans ke rumah duka di Tapanuli Utara (Taput), keluarga Alparet sama sekali tak mampu membayar tagihan untuk pengobatan Alparet selama empat hari dirawat di rumah sakit.

Alparet merupakan warga Desa Pagaran, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Dia ditabrak sepeda motor ketika hendak menyeberang jalan di Desa Hariara Pintu Kecamatan Harian yang dikendarai Fajar Limbong (20) warga Kecamatan Harian.

Profil Lengkap Djoko Santoso, Mantan Panglima TNI (2007-2010), Meninggal Dunia dalam Usia 67 Tahun

Fajar Limbong yang mengendarai sepeda motor Honda CB warna merah tanpa nomor polisi datang dari arah Tele-Dairi dengan kecepatan tinggi.

Fajar ingin menuju rumahnya di Dusun I Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian.

Setibanya di Dusun II Desa Hariara, Fajar Limbong tidak melihat seorang pejalan kaki yang datang dari arah berlawanan dan hendak menyeberang.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved