Liga 1
Gaji Dipotong Gelandang Muda Bhayangkara FC Cari Solusi
Gelandang muda Bhayangkara FC, Teuku Muhammad Ichsan, mengaku pusing saat gajinya sebagai pesepak bola dipotong.
Penulis: Valentino Verry | Editor: Valentino Verry
Gelandang muda Bhayangkara FC, Teuku Muhammad Ichsan, mengaku pusing saat gajinya sebagai pesepak bola dipotong.
Sementara kebutuhan hidup tak bisa dikurangi, maka pemain berusia 22 tahun itu berusaha mencari solusi.
Seperti diketahui, dalam situasi seperti ini setiap tim diharuskan membayar gaji para pemainnya maksimal 25 persen, begitu pun Bhayangkara FC.
“Ya, sudah mulai terasa, sudah dua bulan cuma dapat 25 persen. Saya di sini ada tanggungan buat orang tua, saya tidak mikir buat satu perut saja, karena sudah biasa tanggungin orang tua,” kata Ichsan saat dihubungi Tribunnews.
Untuk memenuhi kebutuhannya, Ichsan pun kini mulai membuka jasa endorse di Instagram pribadinya.
Meski demikian, pemain kelahiran Bireuen, Aceh, itu mengatakan tak menerima semua permintaan enorse.
“Ya kalau dulu Ichsan tidak pernah terima (endorse), sekarang karena butuh ya tipis-tipis Ichsan terima saja,” katanya.
“Sebenarnya banyak yang minta endorse tapi saya tidak enak, suruh foto lah buat video saya kan tidak suka. Jadi cuma beberapa saja yang saya terima, terutama yang temen dekat saja lah,” tandasnya.
Seperti diketahui, untuk kelanjutan Liga 1 2020, federasi sepakbola Indonesia PSSI akan melihat dulu arahan pemerintah terkait status darurat Covid-19.
Apabila Status darurat Covid-19 yang berakhir pada 29 Mei tak diperpanjang atau dicabut. Kemungkinan besar, PSSI bisa menghelat Liga 1 dan Liga 2 2020 pada awal Juli mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gelandang-bhayangkara-fc-teuku-muhammad-ichsan.jpg)