Bulu tangkis

Belajar Masak dan Alat Musik Jadi Aktivitas Baru Gregoria Selama Menjalani Karantina Tertutup

Untuk menghilangi raja jenuh selama di pelatnas Cipayung, dirinya kini mulai belajar sesuatu yang baru salah satunya memasak.

@INAbandminton
Gregoria Mariska Tunjung saat kalahkan Abigail Holden 21-10 21-13 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung punya cara sendiri untuk mengusir rasa kebosanan dirinya di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, dirinya bersama atlet pelatnas PBSI lainnya kini masih menjalani karantina tertutup di Cipayung.

Untuk menghilangi raja jenuh selama di pelatnas Cipayung, dirinya kini mulai belajar sesuatu yang baru salah satunya memasak.

“Sekarang jadi lebih sering ngulik apaan aja yang dulu nggak sempet. Misalnya nyoba masak yang gampang kayak churros, roti goreng dan nasi goreng. Pernah bikin cheesecake, tapi gagal,” kata Gregoria dalam rilis yang diterima Tribunnews, Sabtu (8/4/2020).

Penghuni Pelatnas PBSI Cipayung Dinyatakan Negatif Covid-19 Setelah Jalani Tes Kedua

Namun aktivitas masak memasak sudah tak lagi ia lanjutkan karena Gregoria enggan membereskan banyak peralatan masak yang dipakai untuk percobaan memasaknya.

Ia pun beralih belajar alat musik seperti gitar dan piano bersama seniornya, Greysia Polii.

“Sudah belajar gitar dan piano sama kak Ge (Greysia), tapi tetap nggak bisa, sepertinya saya memang nggak bakat main alat musik,” kata peraih gelar Juara Dunia Junior tunggal putri tahun 2017 tersebut.

Lebih lanjut, Gregoria juga bercerita mengenai sesi latihan khususnya selama karantina tertutup pelatnas di tengah wabah Covid-19.

Gregoria Mariska Obati Rasa Rindu kepada Orangtua dengan Video Call

Porsi latihan fisik yang biasanya selang-seling dengan latihan teknik yang cukup intens, kali ini hanya berlangsung seminggu dua kali saja, dan hanya bertujuan untuk menjaga kebugaran.

Selama di pelatnas PBSI Cipayung, dirinya merasa aman dari Covid-19 karena tak boleh sembarangan orang yang masuk.

“Kalau rasa takut pasti ada, namanya wabah. Tapi di pelatnas ini interaksi kami sama orang luar sedikit sekali, jadi nggak setakut kalau beraktivitas normal, keluar masuk ketemu banyak orang seperti biasa. Kan kita nggak tahu orang itu dari mana saja, di pelatnas cuma ketemu teman yang mereka nggak boleh kemana-mana juga. Jadi seperti terisolasi,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved