Pilkada 2020

Bawaslu Kota Depok Ingatkan Parpol dan Bakal Calon Soal Kampanye Terselubung

Bawaslu Kota Depok Ingatkan Parpol dan Bakal Calon Soal Kampanye Terselubung . Simak selengkapnya.

Kompas/Priyombodo
ILUSTRASI Pilkada 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok berencana mengimbau kepada Partai Politik (Parpol)dan mereka yang berniat maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok agar tetap mengikuti aturan dalam memberikan bantuan kepada warga.

Sebab, dengan pandemi Covid-19 ini, hampir semua parpol dan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang menyelipkan kampanye ditengah pembagian sembako maupun bantuan lainnya.

Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini meminta kesadaran para parpol dan bakal calon agar tidak melakukan kampanye terselubung dengan mengatasnamakan bantuan sosial (bansos).

"Ya, besok akan kami berikan imbauan kepada parpol, mengingatkan agar tidak memberikan bansos dengan menyertakan atribut partai atau lainnya," papar Luli saat dihubungi Warta Kota melalui sambungan telepon, Jumat (8/5/2020).

Ditantang Ketua DPP Berkarya Vasco Ruseimy Bahas Konspirasi, Jerinx SID Bungkam

Luli mengaku, sejauh ini pihaknya telah mendapatkan informasi banyaknya bansos yang diberikan kepada masyarakat dengan mengatasnamakan parpol ataupun para bakal calon.

Bahkan, ada yang secara terang-terangan menyertakan foto diri bakal calon dalam paket bansos yang diberikan.

"Secepatnya kami akan memberikan imbauan termasuk kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok agar tidak ada pelanggaran khususnya dijajaran ASN Pemkot Depok," tuturnya.

Namun, karena sampai saat ini tahapan Pilkada Depok belum dimulai, Luli mengatakan pihaknya belum bisa berbuat banyak apalagi sampai memberikan sanksi lantaran terbentur aturan.

"Tahapan penetapan calonnya saja belum dimulai, jadi, kami tentu belum bisa melakukan apa-apa selain mengimbau parpol dan mereka yang akan mau maju untuk menahan diri (untuk tidak mencuri start kampanye)" katanya.

Gantengnya Bripda Gariz, Mantan Aktor yang Jadi Polisi dan Menangkap Youtuber Ferdian Paleka

Akan tetapi, Luli mengatakan peran pemberian sanksi atau tim yang akan mengusut adanya kampanye terselubung selama Covid-19 akan dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Beberapa waktu lalu memang sudah diinformasikan bahwa selama Covid-19, segala bentuk bansos yang diberikan akan diawasi oleh KPK," ujarnya.

Sementara Bawaslu, kata Luli, baru bisa bertindak jika sudah masuk dalam tahapan Pilkada seperti penetapan peserta Pilkada misalnya.

"Jika memang terbukti ada pelanggaran, maka KPK akan memberikan sanksi berupa sanksi administrasi sampai pada sanksi pidana," katanya.

Seperti diketahui, dimasa pandemi Covid-19 ini, pemerintah baik pemerintah pusat, penerintah daerah, dan pemerintah kota/kabupaten mulai membagi-bagikan bansos kepada masyarakat terdampak.

Dalam bantuan tersebut, kerap diselipkan nama serta foto dari para pimpinan daerah, termasuk juga para parpol yang kerap membawa bendera partainya saat turun membantu masyarakat.

PSI Usung Muhammad Pada Pilkada Kota Tangsel

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved