Breaking News:

Virus Corona

3 dari 10 Perempuan Sulit Mendapatkan Pembalut saat Diberlakukan Lockdown di Inggris

Tiga dari 10 anak perempuan berjuang untuk membeli atau mengakses produk pembalut saat karantina di rumah saja di Inggris.

independent.co.uk
Ilustrasi pembalut dan tampon 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tiga dari 10 anak perempuan berjuang untuk mendapatkan atau mengakses produk pembalut atau sanitasi saat karantina di rumah saja.

Kesulitan mendapat produk pembalut atau sanitasi itu terjadi saat diberlakukan lockdown di Inggris.

Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan baru-baru ini di Inggris oleh Plan International.

Sementara itu, awal tahun ini telah diumumkan bahwa mulai Januari 2021, pajak tampon tidak lagi termasuk dalam harga produk sanitasi di Inggris.

Langkah itu dipuji sebagai "momen penting dalam perang melawan kemiskinan saat menjalani masa menstruasi."

Karena Lockdown, Gadis Kirgizstan Ini Terjebak di Bali dan Jatuh Cinta pada Pria Lampung

Namun, saat diberlakukan lockdown nasional di Inggris, sejak 23 Maret 2020 selama pandemi virus corona atau Covid-19, banyak gadis muda mengalami masalah mendapatkan produk untuk mengatasi masa menstruasinya.

Menurut survei baru yang dirilis oleh badan amal anak-anak global Plan International UK, hampir sepertiga anak perempuan berusia antara 14-21 tahun berjuang untuk mendapatkan produk sanitasi saat karantina di rumah.

Lebih dari separuh responden mengatakan bahwa mereka telah menggunakan kertas toilet sebagai alternatif  pengganti pembalut saat menstruasi.

Sedangkan satu dari lima responden mengatakan bahwa saat menstruasi mereka kesulitan mencari kertas toilet karena toko-toko kehabisan kertas toilet.

Untuk penelitian tersebut, Plan International UK melakukan survei terhadap 1.010 perempuan berusia antara 14-21 selama April 2020.

VIDEO: Warga Roa Malaka Tambora Duluan Lockdown Sebelum PSBB, Begini Hasilnya

Surat Terbuka Putri AHY, Almira Yudhoyono untuk Jokowi, Minta Lockdown agar Tidak Ada Lagi Korban

Dari mereka yang disurvei, 17 persen mengatakan, tidak kesulitan mencari pembalut atau tampon.

Halaman
1234
Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved