Bisnis

Kembali Raih Komitmen Pendanaan Rp 1 Triliun dari Bank Mandiri, ASSA Fokus Beli Unit Armada Baru

Di tengah kondisi yang kurang kondusif akibat penyebaran virus Covid-19, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) kembali meraih kepercayaan dari perbankan.

Istimewa
Anteraja, salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). ASSA kembali mendapat komitmen pendanaan Rp 1 Triliun dari Bank Mandiri. 

"Komitmen kredit tersebut dapat dicairkan dalam waktu 18 bulan. Kucuran kredit dari Bank Mandiri tersebut akan difokuskan untuk pembelian unit armada baru kendaraan yg disewakan..."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di tengah kondisi yang kurang kondusif akibat penyebaran virus Covid-19, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) kembali meraih kepercayaan dari perbankan.

Emiten yang bergerak di bisnis mobilitas transportasi logistik, penyewaan kendaraan & jasa pengemudi, balai
lelang mobil, jasa logistik hingga kurir berbasis teknologi (Anteraja) ini mendapat kucuran kredit modal kerja dari Bank Mandiri sebesar Rp 1 triliun.

Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto menyatakan komitmen kredit oleh Bank Mandiri tersebut merupakan bentuk kepercayaan kuat terhadap perkembangan bisnis ASSA di tengah-tengah kondisi penuh ketidakpastian di awal 2020 akibat pandemi Covid-19.

Gandeng Kedai Sayur, Anteraja Luncurkan Program Satria Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Ultah ke-35, HokBen Sediakan Teriyaki dan Yakiniku untuk Dimasak di Rumah, Ini Paket dan Harganya

Yuk, Pesan Menu Spesial Ramadan Melalui Boga Kitchen Official Shop di Shopee, Ini Menu Eksklusifnya

"Komitmen kredit tersebut dapat dicairkan dalam waktu 18 bulan. Kucuran kredit dari Bank Mandiri tersebut akan difokuskan untuk pembelian unit armada baru kendaraan yg disewakan," kata Prodjo dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).

ASSA rutin membeli kendaraan baru untuk menggantikan kendaraan yang waktunya diganti dan penambahan dari pertumbuhan permintaan.

"Kami optimistis dana sebesar itu akan terserap habis untuk memenuhi rencana tersebut, sebab, potensi perkembangan bisnis mobilitas, lelang, logistik hingga express courier terbilang masih cukup tinggi,” ujarnya.

Terkait pemilihan sumber dana untuk situasi saat ini, lanjut Prodjo, pihaknya menilai penggunaan fasilitas perbankan untuk model bisnis seperti ASSA akan lebih efektif dan kompetitif daripada menerbitkan obligasi yang harus menanggung biaya spread bunga yang belum terpakai.

Mulai Pukul 00.00 Tanggal 8 Mei 2020, Citilink Kembali Layani Penerbangan Domestik, Ini Ketentuannya

Perusahaan Es Krim Aice Group Bangun Sistem Pencegahan Covid-19 di Kalangan Pekerja

Cadbury Bagikan 9.000 Paket Berbuka plus Cokelat untuk Tenaga Medis dan Keluarga Pasien Covid-19

“Kami melihat peluang masih terbuka luas terutama pada sektor pemerintahan, BUMN, dan perusahaan-perusahaan swasta yang saat ini lebih memfokuskan alokasi dana untuk bisnis inti mereka. Sementara keperluan untuk kendaraan operasi maupun transportasi, mereka memilih dalam bentuk sewa (opex) daripada investasi (capex),” jelas Prodjo.

Bisnis mobilitas rental ASSA selama masa PSBB sangat bermanfaat dalam mendukung operasional konsumennya yang merupakan korporasi, institusi pemerintah maupun BUMN, terutama dari sektor logistik, consumer goods, departemen pemerintah, perusahaan e-commerce serta perbankan yang krusial untuk tetap berjalan di tengah pandemi ini.

Tawarkan Saham Perdana saat Darurat Covid‐19, Perusahaan Fintech Cashlez Bidik Dana Rp 87,5 Miliar

Tiga pilar

Sejak tahun lalu ASSA aktif melakukan investasi untuk memperkuat ketiga pilar bisnisnya yaitu mobilitas (termasuk car sharing ShareCar dan driver services), platform jual beli kendaraan (melalui balai lelang PT JBA dan online market place www.caroline.id) serta end-to-end logistic (salah satunya last-mile delivery: Anteraja).

Tahun lalu ASSA mengakuisisi JBA (balai lelang Jepang) untuk merger dengan BidWin (balai lelang ASSA) menjadi PT JBA Indonesia (PT JBA), balai lelang otomotif yang terbesar di Indonesia.

Bahkan untuk bisnis lelang, PT JBA telah menerapkan sistem lelang secara online sejak tahun lalu sehingga saat diberlakukannya pembatasan untuk berkumpul (social distancing) di bulan Maret 2020, PT JBA mampu menerapkan lelang secara online sehingga kegiatan lelang tetap bisa berjalan.

Apalagi sejak diberlakukannya social distancing dan work from home, bisnis logistik ASSA khususnya express courier (Anteraja) mengalami lonjakan permintaan yang tinggi.

Diperkirakan dengan semakin terbiasanya masyarakat memanfaatkan jasa e-commerce, maka layanan Antaraja yang unik dimana kurir yang akan datang mengambil paket yang dikirim menjadi standar baru dalam bisnis delivery.

Dengan demikian customer tidak perlu pergi keluar rumah atau kantor untuk mengirim dokumen dan status pengiriman bisa dilacak secara langsung.

Titipaja

ASSA juga telah mengembangkan bisnis e-fulfilment yang disebut ‘Titipaja’ dimana para penjual (seller) akan bisa menitipkan barang yang akan dijual melalui social commerce sehingga mempercepat pengiriman dengan biaya yang optimal.

“Seluruh upaya yang dilakukan ASSA merupakan kelanjutan dari strategi yang telah dirancang sebelum terjadinya kondisi pandemi ini," papar Prodjo.

"Dan ini terbukti mampu membantu para customer kami agar tetap bisa beroperasi maupun beraktivitas meskipun harus bekerja dari rumah sehingga tidaklah mengherankan jika kami tetap memperoleh kepercayaan dari pihak perbankan untuk mendapatkan pendanaan guna mengembangkan bisnis ASSA ke arah yang lebih baik lagi,” tambahnya. 

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved