Pemerintahan Jokowi

30 Persen Wilayah Masuk Zona Musim Kemarau Lebih Kering dari Biasanya, Ini yang Dilakukan Jokowi

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan, pihaknya mulai mengantisipasi musim kemarau.

Editor: Panji Baskhara
Warta Kota
ILUSTRASI - musim kemarau 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan, pihaknya mulai mengantisipasi musim kemarau.

Karena, prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), 30 persen wilayah masuk di zona musim kemarau lebih kering dari biasanya.

Sehingga, Jokowi mengatakan harus disiapkan dari sekarang antisipasi dan mitigasi menghadapi musim kemarau ini.

Hal tersebut, dibeberkan Jokowi melalui akun Instagram resminya di @jokowi, dikutip Wartakotalive.com, Rabu (6/5/2020).

Pemkot Jaksel Rampungkan 40 Sumur Resapan Antisipasi Genangan Air Bisa Dipakai Saat Kemarau

Musim Kemarau, Peternak Lele di Jakarta Merugi , Begini Penjelasannya

WASPADA Potensi Bahaya Pergantian Musim Kemarau ke Penghujan, Bisa Berujung Bencana, Ini Kata BNPB

"Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, 30 persen wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Artinya apa? Antisipasi dan mitigasi sudah harus kita siapkan dari sekarang agar ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu.

Ketersediaan air di daerah-daerah pertanian merupakan kunci. Untuk itu, dalam rapat terbatas melalui telekonferensi siang ini, saya meminta jajaran pemerintah terkait untuk mempersiapkan berbagai upaya untuk menyimpan air, dari penyimpanan air hujan, memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya.

Kedua, percepatan musim tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini. Petani harus tetap berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan. Maka, ketersediaan sarana produksi pertanian seperti bibit dan pupuk, harus ada dan harganya terjangkau.

Ketiga, saya meminta jajaran terkait memperhatikan manajemen pengelolaan stok kebutuhan pokok. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik," tulisnya akun Instagram @jokowi.

Minta Kepala Daerah Antisipasi Kemarau Panjang Jangan Sampai Terjadi Gagal Panen

Musim kemarau tahun lalu, Presiden Jokowi meminta jajaran pemerintah dan kepala daerah di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi bencana kekeringan.

Musim kemarau tahun 2019 diprediksi akan berada di puncaknya pada Agustus mendatang.

“Selamat pagi. Kita telah berada di musim kemarau tahun 2019 yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, akan lebih kering. Puncaknya di bulan Agustus sampai September,” tulis Presiden Jokowi dalam akun Instagramnya Selasa (16/7/2019).

Sekarang saja kata Presiden, beberapa daerah di Indonesia sudah mengalami keadaan tanpa hujan dengan rentang waktu yang dari 21, 31, sampai 61 hari.

Ini terjadi di beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.

“Karena itulah, saya meminta seluruh jajaran pemerintah untuk melakukan antisipasi dan mengambil langkah-langkah mitigasi terhadap dampak kekeringan ini. Para menteri, kepala lembaga, dan gubernur hendaknya turun melihat langsung ke lapangan,” kata Presiden.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved